10 Kepala Sekolah di Bone Dicopot. Apakah Terkait Pilgub? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

10 Kepala Sekolah di Bone Dicopot. Apakah Terkait Pilgub?

PENULIS : AGUSTAPA

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Nasib apes menimpa 10 kepala sekolah menengah atas di daerah ini. Mereka tak mendapat undangan pengukuhan Kepala SMA dan SMK Negeri yang berlangsung di Makassar, Kamis 7 Desember 2017.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan mengukuhkan Kepala SMA/SMK Negeri di Makassar, Kamis, 7 Desember hari ini. Khusus untuk Kabupaten Bone, dari 40 Kepala SMA/SMK Negeri yang ada, 10 diantaranya tak mendapat undangan pengukuhan. Dengan kata lain diberhentikan sebagai kepala sekolah.

Dari 10 kepala sekolah tadi, lima diantaranya adalah kepala SMA Negeri, yakni Kepala SMAN 1 Bone Drs Massepirang MSi, Kepala SMAN 12 Bone Drs Samsu A, Kepala SMAN 10 Tonra Drs A Fajaruddin MSi, Kepala SMAN 21 Bone Nasruddin dan Kepala SMAN 25 Bone Muhammad Tang SPd MPd.

Adapun lima kepsek lainnya adalah adalah Kepala SMK Negeri, yakni Drs A Abd Kadir (Kepala SMK Negeri 1 Bone), Drs H Arifuddin (Kepala SMK Negeri 2 Bone), Kepala SMK Negeri 4 Bone Drs Samsu, Kepala SMK Negeri 6 Bone Rahim, dan Kepala SMK Negeri 7 Bone Drs Muhammad Arif Wahab.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bone Muhammad Idris yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu, 6 Desember kemarin membenarkan adanya pengukuhan kepala SMA dan SMK tersebut.

“Saat ini saya sedang dalam perjalanan menuju Makassar untuk menghadiri undangan pengukuhan,” ungkapnya.
Lanjut Idris, khusus di Kabupaten Bone, dari 10 kepala sekolah yang dicopot, tiga diantaranya akan memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil. “Tiga orang yang saya maksud adalah Kepala SMAN 1 Bone Drs Massepirang, Kepala SMAN 12 Bone (SMAN 1 Sibulue) Drs Samsu A, dan SMAN 10 Bone (SMAN 1 Tonra) Drs A Fajaruddin MSi,” bebernya.

Adapun kepala SMA lain yang dipastikan dicopot karena tidak mendapat undangan pengukuhan, yakni Kepala SMAN 12 Bone (SMAN 1 Salomekko) dan SMAN 2 Bone (SMAN 1 Bengo), Idris mengaku tidak mengetahui secara persis persoalannya. “Kami juga tidak tau apa alasan pimpinan kedua kepala SMA Negeri ini tidak mendapat undangan pengukuhan,” tandasnya.

Selain ada 10 kepsek yang dicopot, ada lima guru SMA yang mendapat undangan pengukuhan atau promosi jabatan.
“Kelima guru yang dimaksud adalah Said guru Bahasa Inggris SMAN 14 Bone (SMAN 1 Tellu Siattinge), Usman guru SMAN 7 Bone (SMAN 5 Bajoe), Marwah guru SMAN 12 Bone (SMAN 1 Sibulue), Drs Nur Alam MPd guru BK SMAN 3 Bone (SMAN 2 Watampone) dan Aisyah Amin guru Matematika SMAN 3 Bone (SMAN 2 Watampone,” ungkapnya.

Kepala UPT Pendidikan Wilayah Bone Drs Syamsu Alam MPd membenarkan pelantikan kepsek SMA dan SMK tersebut “Sampai sejauh ini, kami belum bisa memastikan siapa-siapa yang akan dikukuhkan,” katanya.
Salah satu kepala sekolah yang dicopot Muhammad Tang yang dikonfirmasi RADAR BONE, tak menyangka dirinya tidak mendapat undangan pengukuhan. Mengingat selama ini segala persyaratan untuk dikukuhkan sebagai kepala sekolah telah dipenuhi.

“Secara pribadi saya menerima dan tidak ada masalah, hanya saja saya mempertanyakan konsistensi dan komitmen Pak Kadisdik Provinsi akan ucapan-ucapannya tentang pengukuhan kepala sekolah. Karena saya sama pak Nasruddin sudah mengikuti semua prosedur yang dipersyaratkan.
Jadi saya hanya mau pertanyakan apa masalahnya saya diganti menjadi kepala sekolah,” tanya Kepala SMAN 25 Bone itu.

Lain halnya dengan Kepala SMK Negeri 7 Bone, Drs Muhammad Arif Wahab. Ia tak mempersoalkan pencopotan dirinya.

Bagi Arif kepala sekolah adalah jabatan yang bersifat sementara. “Apalagi sebelumnya, saya memang tidak mengikuti pelatihan penguatan kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel,” katanya.

Selain guru SMA, ada lima guru SMK juga mendapat promosi diangkat menjadi kepsek. Kelimanya adalah Drs H Amiruddin MM, Dra Gusnawati, dan Suhaeni (Ketiganya guru SMK Negeri 1 Bone).
Kemudian guru SMK Negeri lainnya yakni A Faisal (SMK Negeri 5 Bone/SMK Negeri 1 Mare) dan Mawardi (SMK Negeri 4 Bone /SMK Negeri 1 Barebbo).

“Namun sampai sejauh ini, kami belum mengetahui kita ditempatkan dimana,” ujar Drs H Amiruddin MM, salah satu guru SMK Negeri 1 Bone yang dikukuhkan.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top