120 Titik Lampu di Bone Tak Berfungsi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

120 Titik Lampu di Bone Tak Berfungsi

Salah satu lampu jalan yang menyala hingga siang hari. di poros Bajoe. Gambar direkam, Senin, 20 Maret lalu.

Poros Bajoe Gelap, Rawan Kecelakaan

PENULIS : ASKAR SYAM-AGUSTAPA

WATAMPONE, RB–Poros Bajoe merupakan jalur padat lalu lintas. Jalur ini adalah akses utama menuju Pelabuhan Penyeberangan Bajoe. Sayangnya, di ruas jalan ini minim penerangan jalan umum, sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sepekan lalu, tepatnya Minggu, 19 Maret sekira pukul 03.30 Wita, sebuah angkutan kota antar provinsi (AKAP) nyaris menabrak pengendara motor dan pengendara becak yang tergeletak di jalan. Beruntung, sopir bisa membanting setir meski mobilnya harus terbalik karena masuk ke saluran air.

Pengendara motor dan becak terlebih dahulu terlibat tabrakan karena kondisi jalan yang gelap. Demikian pula sopir bus, baru melihat pengendara motor dan becak itu tergeletak di jalan setelah tersorot lampu mobilnya. Pasalnya, kondisi di TKP cukup gelap, karena penerangan jalan umum (PJU) tak menyala.

Informasi yang dihimpun dari warga di sepanjang poros Bajoe, mengakui kondisi gelap sudah terjadi sejak lama. PJU yang berjejer diakui tak berfungsi alias mati. “Iya, sepanjang jalur ini memang sangat gelap, kadang khawatir terjadi kecelakaan,” ujar Sabri, seorang warga.

Warga lainnya, Adil (35) mengatakan sejak lampu jalan tak menyala kerap terjadi kecelakaan.” Sudah lama lampu penerangan jalan tak diperbaiki. Bahkan masa rusaknya lebih lama ketimbang menyalanya. Harusnya segera diperbaiki karena sering terjadi kecelakaan akibat rusaknya lampu penerangan jalan,” ungkap warga Jl Yos Sudarso ini kepada RADAR BONE, Senin, 20 Maret lalu.

Untuk memastikan kondisi PJU di sepanjang poros Watampone-Bajoe itu, RADAR BONE melakukan penelusuran, Senin, 20 Maret lalu. Dalam penelusuran ini tercatat 146 tiang PJU yang berdiri mulai dari Jl MH Thamrin, tepatnya traffic light perempatan Jl MH Thamrin-Jl Kawerang dan Jl Sungai Musi, hingga ke perempatan sebelum masuk ke Pelabuhan Bajoe di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Yang memiriskan, dari 146 tiang PJU itu, cuma 26 balon PJU yang menyala.

Artinya, ada 120 titik lampu yang tidak menyala. Namun ironisnya, terdapat 1 titik PJU yang justru menyala hingga siang hari. Kondisi serupa dijumpai malam tadi. Poros Bajoe tetap gelap gulita.
Selain itu, pada beberapa tiang PJU nampak tak terurus. Kabel-kabel yang putus menyembul keluar dari tiang, sehingga rawan menimbulkan korslet.

Kondisi ini menunjukkan tidak adanya perhatian instansi terhadap kondisi PJU di jalur poros Bajoe tersebut. “Semestinya jalur ini perlu mendapat perhatian, karena arus kendaraan dari dan ke pelabuhan Bajoe sangat ramai pada malam hari, utamanya mobil-mobil besar,” ungkap Tahang.

Terpisah, Anggota DPRD Bone, HA Suaedi SH MH, meminta pemerintah setempat agar segera menyelesaikan permasalahan Penerangan Jalan Umum. Menurutnya, bukan hanya di poros Bajoe yang dikeluhkan warga, namun di titik lainnya.

“Permasalahan PJU perlu menjadi perhatian khusus dinas terkait. Karena selain kondisi gelap, rawan kecelakaan, juga rawan aksi kriminalitas seperti perampokan dan lainnya,” tegas Politisi Partai Demokrat itu.
Suaedi menegaskan, kondisi lampu penerangan jalan saat ini kebanyakan ada tiang, namun bola lampunya tidak menyala sehingga hal tersebut menjadi sia-sia karena tidak berfungsi sebagimana mestinya.

“Jika pemerintah setempat tidak segera menindaklanjuti keadaan itu untuk membantu aktivitas masyarakat malam hari, maka berbagai aksi kejahatan serta kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi,” tegasnya.

Terkhusus poros Bajoe, kata Suaedi perlu mendapat perhatian serius, karena merupakan jalur padat lalu lintas, terutama di malam hari oleh kendaraan yang keluar masuk pelabuhan.

“Dengan kondisi PJU saat ini maka diharapkan pemerintah daerah lebih proaktif memperhatikan kondisi ini, baik itu terkait bola lampu yang putus ataupun daerah yang belum memiliki tiang lampu,” tutupnya.
Sekedar diketahui, karena jalan yang gelap, bus AKAP tujuan Makassar terbalik di jalur poros Bajoe, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Minggu, 20 Maret lalu sekira pukul 03.30 Wita Bus berlabel Putri Unaaha yang dikemudikan, Ariyanto (35) itu diduga hilang kendali saat berusaha menghindari motor dan becak beserta pengendara yang tergeletak di tengah jalan setelah sebelumnya terlibat tabrakan.

Sopir bus berusaha menghindari pengendara motor dan becak yang tergeletak di jalan dengan cara membanting mobil ke arah kiri. Namun, nahas baginya, mobil masuk ke saluran air dan terbalik.
Menurut saksi mata yang juga penumpang bus, sebelumnya sopir tak melihat ada orang tergeletak di jalan karena kondisi jalan yang gelap. Sopir baru membanting setir setelah korbanm tersorot lampu mobil, tapi sudah pada posisi sangat dekat dengan korban. “Di lokasi gelap. Nanti disorot lampu mobil, baru kelihatan ada motor dan becak, serta seorang korban kecelakaan tergeletak di jalan. Sopir berusaha menghindar tapi mobil tetap terjatuh,” kata Jumi (30), penumpang yang duduk di samping sopir.

Belakangan diketahui, pengendara motor yang tergeletak itu seorang anggota intel Polres Bone bernama Brigadir Suryadi alias Adi (35). Kemudian pengendara becak adalah Amiruddin (60) dan seorang penumpangnya yang tak lain istriny, Minatang (50). Ketiganya ditemukan tak sadarkan diri. Pengendara motor dan becak ini terlibat tabrakan pada titik jalan yang cukup gelap, karena PJU tak menyala.

To Top