138 User Belum Miliki Alas Hak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

138 User Belum Miliki Alas Hak

Proses Perikatan Pasar Palakka Berlarut-larut

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Perikatan antara user Pasar Sentral Palakka dengan Pemerintah Kabupaten Bone hingga kini belum tuntas. Sejatinya, proses perikatan kedua pihak ini tuntas sejak Desember 2015.Berdasarkan informasi dari UPTD Pasar Sentral Palakka, jumlah user yang belum melakukan perikatan sebanyak 138 user.

Kepala UPTD Pasar Sentral Palakka, A Jasman Saputra mengatakan sejauh ini pihaknya terkendala dengan alamat user yang mengusai toko, ruko atau kios di pasar berkonsep tradisional modern tersebut. Diakui Jasman, beberapa user sudah memindahkan tangankan tempatnya sehingga, sehingga sulit menemukan pihak yang bertanggungjawab atas tempat di Pasar Sentral Palakka tersebut.

“Jika sudah didapat pihak pertama, kami mencari tahu pihak kedua dan berupaya untuk mengajak melakukan perikatan,” jelas kepada RADAR BONE, Selasa, 6 Juni lalu. Jasman belum bisa membeberkan jumlah user yang sudah melakukan perikatan dengan pemkab.

Namun berdasarkan data yang diperoleh dari Pokja Pemasaran Pasar Palakka, Kamis 17 Maret lalu, menyebutkan jumlah ruko yang dikuasai user sebanyak 60 unit. Namun demikian, user yang yang telah melakukan perikatan dengan pemda baru 54 user .

Kemudian untuk toko terdapat 153 unit yang dikuasai user, namun baru 132 diantaranya yang sudah melakukan perikatan. Adapun untuk kios, terdapat 652 unit yang ditawarkan ke user, sedangkan yang sudah melakukan perikatan 496 unit.

Adapun untuk unit lods, disebutkan sudah rampung seluruh perikatannya. “Jumlah pemasukan perikatan tersebut sudah mencapai kurang lebih Rp1 miliar,” kunci Jasman.

Penataan aset daerah, khususnya rumah toko (ruko), toko dan kios di Pasar Sentral Palakka di Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah sejak pasar itu difungsikan. Ratusan user yang telah membayar uang muka untuk pengambilan ruko, toko, kios dan lods di tempat itu pun tidak melanjutkan pembayarannya angsurannya untuk mendapatkan sertifikat hak guna bangunan (HGB) dengan alasan pasar sepi.

Akbatnya, sekira Rp40 miliar dana daerah pun sempat dari penerimaan penjualan tempat di pasar tersebut, beberapa waktu lalu.

Ini tidak terlepas dari longgarnya pembagian ruko, toko, kios dan lods kepada user di Pasar Sentral Palakka pada 2008 silam. Dimana dalam pembagian tempat itu tidak disertai dengan perikatan atau perjanjian hitam di atas putih.

Belakangan atas saran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, pemkab pun membentuk tim penataan aset khusus Pasar Sentral Watampone yang diketuai Sekkab Bone, HA Surya Darma dibantu Kadispenda, A Herman Sampara, membuat konsep perikatan. Perikatan antara user dengan pemkab ini sejatinya berakhir sejak Desember 2015, namun kenyataan masih berlangsung hingga kini.

Sekadar diketahui berdasarkan SK Bupati, harga ruko di Pasar Sentral Palakka dipatok Ruko Sudut Rp420 juta, Ruko Biasa Rp350 juta, Toko Rp90 juta hingga Rp120 juta dan Kios Rp30 juta hingga Rp50 juta tergantung luas dan letaknya,

Hingga kini yang banyak difungsikan di pasar tersebut hanyalah lods dengan jumlah 2.500 unit. Pasar Sentral Palakka dibangun melalui dana pinjaman dari Kementerian Keuangan yang harus dikembalikan melalui pembayaran bertahap selama 12 tahun.
*

To Top