2018, SMA Negeri Wajib Terapkan UNBK, Tapi Sekolah Terkendala Sarana Komputer – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

2018, SMA Negeri Wajib Terapkan UNBK, Tapi Sekolah Terkendala Sarana Komputer

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Mulai tahun depan, SMA Negeri diwajibkan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Masalahnya, sekolah yang memiliki fasilitas komputer masih dihitung jari.

Instruksi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMA Negeri mulai 2018, membuat sebagian besar sekolah di daerah ini kewalahan dalam mewujudkannya.

Betapa tidak, instruksi 100 persen UNBK dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel tidak dibarengi dengan bantuan sarana komputer dan server. Tak pelak, sekolah pun terpaksa mencari cara untuk melengkapi perangkat komputer yang akan digunakan dalam UNBK.

Kepala SMAN 10 Bone (Dulu SMAN 1 Tonra) Drs A Fajaruddin, MSi mengatakan sejauh ini pihaknya masih membutuhkan puluhan unit komputer ditambah server. Perangkat ini diperlukan untuk kelancaran ujian nasional bagi 200 siswa di sekolahnya yang akan ikut UNBK.

“Untuk merealisasikan UNBK, kami dari pihak sekolah membutuhkan kurang lebih 50 unit komputer belum termasuk server yang di dalamnya. Sedangkan fasilitas komputer yang ada di sekolah baru berkisar 20 unit,” katanya.

Terbatasnya fasilitas komputer yang dimiliki, kata Fajaruddin akan menjadi kendala pihaknya dalam pelaksanaan UNBK nanti. Selaku kepala sekolah, ia berharap nantinya ada bantuan fasilitas komputer dan server dari pemerintah.

“Kalau fasilitas komputer mungkin bisa saja kita wujudkan, karena saat ini mayoritas siswa telah memiliki laptop. Namun yang menjadi kendala pihak kami adalah server. Karena untuk mengadakan server juga membutuhkan biaya yang besar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 2 Bone Drs H Husain, MPd.
Untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK, Husain mengakui pihaknya membutuhkan sekira 130 unit komputer. 10 unit diantaranya adalah cadangan.

“Saat ini fasilitas komputer yang ada di sekolah baru 30 unit. Itupun kita peroleh berkat adanya bantuan alumni dan komite sekolah plus pengadaan dari dana Bantuan Operasional Sekolah,” bebernya.

Jika melihat kondisi yang ada, diakui Husain masih jauh dari kebutuhan. Karenanya ia berharap bantuan komputer dan server dari pemerintah, sehingga penerapan UNBK bisa berjalan lancar dan sukses. “Kalau memang tidak ada berupa bantuan, kami berharap juknis BOS di tahun 2018 mendatang sudah dapat digunakan untuk pengadaan server. Kalau server sudah ada, kami pastikan UNBK sudah dapat kita laksanakan,” ungkap Kepala SMAN 1 Mare itu.

Ditambahkan Husain, jumlah siswa di sekolahnya akan ikut ujian tahun depan sekira 300 orang.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bone, Muhammad Idris mengatakan bagi sekolah yang tidak siap mandiri menerapkan UNBK 2018, bisa mengikuti UNBK di sekolah penyelenggara.

“Jadi siswanya yang akan mengikuti ujian nasional, harus siap-siap UNBK di sekolah penyelenggara. Karena tahun 2018 mendatang, pelaksanaan UNBK di sekolah negeri sudah wajib, sehingga mau tidak mau semua harus UNBK,” ungkapnya.

Lanjut dia, meski mengikuti UNBK di sekolah penyelenggara tidak mengubah status sekolah siswa. “Ijazah siswa tetap dikeluarkan di sekolahnya masing-masing. Cuma jika sekolahnya tidak siap mandiri UNBK, maka pelaksanaan UNBK-nya dipusatkan di sekolah penyelenggara,” kata Kepala SMAN 1 Dua Boccoe itu.
Kepala UPT Wilayah Bone Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Drs Andi Syamsu Alam, MPd meminta kepada pengelola SMA Negeri agar memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah untuk pengadaan komputer maupun server.

“Hasil rapat pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi bahwa seluruh SMA Negeri wajib menerapkan UNBK. Kecuali SMA Swasta masih diberikan kebijakan. Maka dari itu, untuk mewujudkan hal itu, mulai saat ini sarana pendukung UNBK sudah harus dipersiapkan,” katanya.

Agar UNBK 100 persendapat direalisasikan di tahun 2018, mantan Kepala SMAN 1 Tellu Siattinge berharap pihak sekolah segera melengkapi sarana komputer yang dimiliki.

“Untuk pengadaan komputer dan server dalam rangka penerapan UNBK bisa diambilkan di dana pemeliharaan. Maka dari itu, saya harapkan item itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah,” katanya.

Saat ini, kata Syamsu sudah beberapa SMA Negeri yang telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan simulasi UNBK, diantaranya SMA Negeri 1 Bone dan SMA Negeri 2 Bone. “Kami berharap bukan hanya dua SMA Negeri ini yang siap melaksanakan simulasi. Namun semua SMA Negeri harus siap melaksanakan simulasi, supaya persiapan siswa mengikuti UNBK bisa lebih matang,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan ujian nasional tahun 2017 untuk tingkat SMA, hanya dua sekolah yang menerapkan UNBK, yakni SMAN 1 Bone dan SMA Islam Athirah Bone. Sedangkan untuk tingkat SMK sukses melaksanakan UNBK, meski sebagian sekolah kejuruan mengikuti UNBK di sekolah penyelenggara.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top