Suplai Distributor Lamban – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Suplai Distributor Lamban

Gudang salah satu kios pupuk di Jl MT Haryono sepi dari antrean petani menyusul habisnya stok beberapa waktu lalu.
Kelangkaan Pupuk di Bone Selatan

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Petani di wilayah Bone Selatan (Bonsel) mengeluh karena kesulitan mendapatkan pupuk. Pengecer tak bisa berbuat banyak karena lambannya suplai turun dari pihak distributor.
Kelangkaan pupuk di wilayah Bone Selatan menjadi persoalan serius bagi petani setempat.
Rata-rata lahan persawahan milik warga setempat sudah memasuki tahap pemupukan. Namun pasokan urea maupun NPK dari pihak pengecer maupun tak kunjung datang.
Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi SH MH mengaku prihatin atas permasalahan yang menimpa petani tersebut. Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, perlu ada sikap tegas instansi terkait dalam menyikapi persoalan kelangkaan pupuk di Kahu.
“Di Desa Sanrego mi-salnya, banyak petani mengaku khawatir hasil panen merosot lantaran tak ada pasokan pupuk dari pengecer,” ujarnya.
Suedi pun menyorot kinerja distributor yang melayani pupuk petani di wilayah Bonsel.
“Kalau perlu ganti itu distributornya. Persoalan ini terus ter-ulang setiap tahunnya. Bagaimana mau sukses program swasembada pangan pemerintah, kalau persoalan pupuk saja, sudah menjadi masalah,” kritiknya.
Anggota Komisi II, Herman ST mendukung upaya tegas instansi terkait dalam menindak distributor pupuk yang tidak mampu menjalankan kewajibannya.
“Perlu dicatat, pemupukan terlambat bisa menurunkan produksi gabah petani hingga 2 ton,” tegas dia.
Pihak Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone tak menampik kelangkaan pupuk yang terjadi di wilayah Bonsel.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone, A Tenriawaru kepada RADAR BONE Jumat 3 Juni lalu mengungkapkan penyaluran pupuk ke pengecer khususnya pada wilayah Bonsel yang dilayani distributor PT Suryani terlambat. PT Suryani diduga kewalahan melayani wilayah pelayanan yang bertambah akibat pembagian wilayah pasca tak beroperasinya PT Ta’disangka selaku distributor pupuk.
Menurut Tenriawaru sebelumnya PT Suryani hanya melayani enam kecamatan yang tersebar di wilayah Bonsel, yakni Bontocani, Kahu, Kajuara, Libureng, Patimpeng dan Salomekko. Namun kini wilayah pelayanan PT Suryani bertambah 7 kecamatan, sehingga menjadi total 13 kecamatan yang dilayani. Adapun 7 kecamatan dimaksud, yakni Lappariaja, Sibulue, Mare, Tonra, Ponre, Awangpone dan Bengo. “Jadi wilayah PT Suryani bertambah. Pada November 2015 ke bawah wilayah-nya hanya enam kecamatan Tapi setelah memasuki Desember 2015 sampai dengan sekarang wilayahnya bertambah sampai dengan tiga belas kecamatan,” jelas Tenriawaru.
Nah, untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Tenriawaru pihaknya telah menyurati pihak produsen agar mengurangi jatah atau wilayah yang ditangani PT Suryani.
“Untuk mengatasi keterlambatan penyaluran ini kami telah menyurati ke produsen untuk mengurangi jatah atau wilayah PT Suryani supaya penyaluran ini bisa berjalan sesuai dengan harapan masyarakat dan sekarang sementara pembagian wilayah” jelasnya.
Sementara itu Kasi Pupuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone, Darman, mengungkapkan beberapa pengecer dari Kecamatan Sibulue, sejak April lalu telah menyetor uang ke PT Suryani sebesar Rp50 juta untuk menebus 30 ton urea. Namun hingga kini belum mendapatkan pupuk. Tak hanya itu, kata Darman pengecer dari Kecamatan Salomekko juga telah menyetor uang sebesar Rp100 juta untuk menebus pupuk. Tapi pupuk yang diorder hingga kini tak disalurkan ke pengecer. “Tapi kami sudah sampaikan kepada pihak PT Suryani tersebut untuk mengembalikan uangnya. Karena sekarang wilayahnya juga sudah dikurangi. Hanya saja belum diketahui berapa saja luas wilayah yang ditangani sekarang. Karena sekarang sementara proses pembagian wilayah melalui produsen,” tuturnya.
Terkait distributor, kata Darman mengakui sudah ada penambahan sebanyak dua distributor, yakni Pupuk Indonesia Pangan dan Raja Putra Perkasa. Keduanya telah beroperasi sejak Mei lalu. Kehadiran kedua distributor tersebut melengkapi tiga distributor yang telah ada, yakni PT Suryani, Semoga Raya dan Harman Jaya. Namun demikian, Darman tak menyebut wilayah kerja dua distributor tambahan tersebut.
Menyinggung soal kuota pupuk tahun ini, Darman mengatakan bahwa kuota pupuk
tahun ini sebanyak 68.680 ton. Ini terbagi atas pupuk urea sebanyak 30.343 ton. SP 36 sebanyak 7.87 ton. ZA 8.956 ton, NPK 19.249 ton dan pupuk organik 2.257 ton.
“Kemudian penyaluran pupuk sampai sekarang baru mencapai 48.227,70 ton. Jadi persentase penyaluran pupuk baru mencapai 70,22 persen,” jelas Darman.
Sementara itu pihak PT Sur-yani yang berusaha dikonfirmasi keterlambatan pasokan pupuk ke pengecer, tidak berhasil saat dihubungi per telepon.

*ASKAR SYAM

To Top