562 Titik Berlubang di Kota Watampone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

562 Titik Berlubang di Kota Watampone

Salah satu titik lubang pada ruas Jl Dr Wahidin Sudirosuhodo. Jumlah titik jalan berlubang pada jalur hijau ini sebanyak 45 titik. Gambar direkam, Kamis, 30 Maret lalu.

Kerusakan Jalan Dalam Kota

PENULIS : RADAR BONE

WATAMPONE, RB–Ruas jalan dalam kota Watampone belum sepenuhnya mulus. Sedikitnya 562 titik jalan berlubang ditemukan. Jalan berlubang sebanyak itu tersebar di 43 ruas jalan. Pemerintah Kabupaten Bone mengklaim, bahwa perbaikan jalan di tahun 2016 melampaui target, yakni dari 150 km berhasil mencapai 200 km.
Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati, Drs HA Ambo Dalle MM saat menerima aksi mahasiswa.

“Alhamdulillah yang bisa kita realisasikan sepanjang 200 km. Ini melampaui target kita,” jelasnya di hadapan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di halaman kantor Bupati Bone, Selasa 13 Desember 2016.

Namun demikian, fakta di lapangan jalan berlubang masih dengan mudah dijumpai, khususnya di wilayah kota.
Penelusuran yang dilakukan RADAR BONE, Kamis, 30 Maret lalu menemukan sedikitnya 562 titik jalan berlubang di wilayah kota. Dari jumlah itu, setidaknya ada tiga jalur utama yang mengalami kerusakan terparah. Sebut saja misalnya, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo.

Ada 45 titik lubang ditemukan di sepanjang jalur hijau ini. Yang parah lagi ditemukan di Jl Jenderal Sudirman. Jalan berlubang ditemukan mulai dari persimpangan tiga Jl Merdeka hingga pertigaan sebelum Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang terdapat 94 titik. Ini sekaligus menempatkan ruas Jl Jenderal Sudirman sebagai jalur kaya lubang. Disusul Jl Sungai Musi yang memiliki 52 titik lubang, mulai dari traffic light Jl MH Thamrin hingga ke Pasar Panyula.

Kerusakan terparah juga terjadi di Jl Sungai Limboto. Ruas jalan yang menghubungkan Jl Yos Sudarso (Poros Bajoe) dengan Jl Sungai Musi (Poros Palette) ini ditemukan sedikitnya 47 titik lubang.

“Jalan ini sangat berbahaya, apa lagi kalau kita berkendara motor di malam hari, jalan sudah berlubang ditambah lagi sudah gelap, tentu sangat menyusahkan,” ujar Idris, warga setempat.Selain di sepanjang jalan ditemukan lubang, pada sebagian ruas jalan sudah mulai retak.

Kondisi tak berbeda jauh ditemukan di Jl Bhayangkara sebanyak 9 titik dan Jl Gunung Jaya Wijaya 13 titik.
Kawasan Pantai Kering, khususnya di Jl Veteran juga diwarnai cukup banyak lubang, yakni 44 titik.

Salah seorang warga Jl Veteran, Ragil (20) yang ditemui RADAR BONE mengatakan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayahnya akibat jalan berlubang. Dalam penelusuran ini juga dijumpai pihak Dinas PU melakukan penambalan.

Sebagian sudah ditangani seperti yang terlihat di Jl Jenderal Sudirman, Kamis, 30 Maret lalu. Namun sebagian besar, belum tersentuh, sehingga cukup membahayakan pengguna jalan. “Kalau hujan ini semua lubang penuh air sehingga pengendara motor kadang menyangka tidak ada lubang, itu yang biasa menyebabkan sering terjadi kecelakaan di sini (Jl Veteran),” katanya.

Dia menambahkan, khusus di Jl Vereran sebelumnya sudah pernah diperbaiki hanya saja sebatas ditambal saja. “Ditambal satu, tidak lama muncul lagi lubang lain. Biasa juga itu yang sudah ditambal rusak lagi,” bebernya.

Kawasan lainnya yang menjadi langganan jalan berlubang adalah ruas jalan menuju Pasar Sentral Palakka, tepanya di Jl A Mappadeceng. Jalur menuju Welalangnge ini juga dipenuhi titik berlubang. Setidaknya ada 10 titik lubang mulai dari traffic light Jl MT Haryono menuju ke tikungan menuju Jl Reformasi (DPRD Bone).

Salah seorang warga, Supriadi mengatakan jalan berlubang sejak lama terjadi di Jl A Mappadeceng.
“Jalan tersebut memang dari dulu berlubang, meski selalu ditambal tetap berlubang kembali saat musim penghujan karena tambalannya sangat tipis hanya pasir saja yang banyak” ungkapnya.

Supriadi menyarankan untuk mengatasi jalan berlubang seharusnya dilakukan pengaspalan, bukan ditambal saja.
“Singkat saja hanya dilakukan pengaspalan secara rata, bukan ditambal karena tambal akan terbuka kembali,” tutupnya.

Jalan berlubang juga dijumpai di kawasan Eks Pasar Sentral Watampone.
Seorang pengendara motor, Azisah mengatakan jika lubang jalan tersebut tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan kerusakan lebih parah.” Itu berpotensi mengakibatkan jalanan semakin rusak parah. Jika tidak cepat mendapatkan perhatian, maka jalan itu hari demi hari semakin sulit dilewati. Mana lagi yang sudah diperbaiki, tapi hanya dikerja asal-asalan, sehingga tidak cukup satu tahun kembali lagi berlubang,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Bone, Rudianto Amunir mengatakan jalan berlubang hendaknya segera ditangani sebelum berubah menjadi rusak parah. “Sudah lama saya sampaikan ke dinas terkait agar cepat ditambal jika ada jalan yang berlubang.

Jangan tunggu sampai parah. Tapi seolah-olah pembiaran tetap dilakukan. Banyak kecelakaan terjadi karena faktor jalan berlubang,” kata Rudianto kepada RADAR BONE, Minggu, 2 April kemarin.
Lebih jauh politisi muda Partai NasDem ini mengatakan banyaknya jalan berlubang menunjukkan pekerjaan jalan tidak berkualitas. “Contoh jalan poros Abu Daeng Pasolong-Dare’e. Belum berumur setengah tahun, waktu itu tapi sudah banyak yang rusak.,” bebernya.

Terkhusus penambalan jalan, kata dia, terkesan asal-asalan saja.  “Kemudian pekerjaan penambalan jalan yang rusak seolah-olah sekadar tambal saja tanpa ada petunjuk kerja, karena cepat juga rusak kembali. Dan yang menjadi aneh kok, jalan yang ditambal selalu lebih tinggi dari yang lain. Ini berbahaya bagi pengendara,” tegasnya.

Pihak Dinas PU Kabupaten Bone melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Jibang mengakui banyaknya jalan berlubang tersebut. Jibang menyatakan beberapa hari ini, pihaknya aktif turun melakukan perbaikan atau penambalan.

“Sudah beberapa hari ini turun di dalam kota. Tapi hari ini (Minggu) memang istirahat dulu,” kata Jibang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu, 2 April kemarin.
Jibang mengakui perbaikan jalan disesuaikan dengan dana yang tersedia. “Kita tidak ada target berapa panjang jalan. Disesuaikan saja kerusakan dan dana yang tersedia.

Kalau kondisinya mau hujan, kita cutter saja dulu,” tutur Jibang seraya mengakui, bahwa terkait dana pemeliharaan dirinya tidak tahu menahu. “Bidang warkshop yang tangani sekarang. Kalau dulu memang bidang saya.
Tapi setelah ada perubahan organisasi, berpindah ke workshop, karena memang alat di sana (Workshop),” kunci pria yang dikenal ramah itu.

To Top