Ada Apa Dengan Timsel, Kok Skor Nilai 10 Besar Calon Komisioner KPU Tak Dipublikasi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ada Apa Dengan Timsel, Kok Skor Nilai 10 Besar Calon Komisioner KPU Tak Dipublikasi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Pengumuman 10 besar calon komisioner KPU Bone menuai sorotan. Sejumlah peserta rekrutmen calon komisioner KPU yang tidak lolos menuntut skor nilai dibuka ke publik. Timsel resmi mengumumkan 10 besar calon anggota KPU yang dikirim ke KPU RI untuk ditetapkan lima besar, Rabu 25 April kemarin.

Hanya saja, metode penetapan 10 besar Calon Anggota KPU Bone dipertanyakan. Salah seorang peserta rekrutmen calon komisioner KPU, RD menuntut timsel membuka skoring atau nilai masing-masing calon anggota KPU. “Kenapa nilai para calon yang lolos ini tidak dipaparkan secara umum,” ujarnya. Olehnya itu, pihaknya akan mempertimbangkan mengajukan somasi ke KPU RI seperti yang telah ditempuh calon anggota KPU Bulukumba yang tidak lolos. “Ada indikasi beberapa calon punya relasi dengan ketua timsel I. Walaupun harus mengulang di tes kejiwaan tetap diluluskan,” jelasnya.

Peserta seleksi rekrutmen komisioner KPU lain-nya, KI menilai pengumuman resmi hasil tes kesehatan dan wawancara calon anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bone oleh Timsel I terkesan tidak objektif dan berkredibilitas.

Seharusnya Timsel I me-nunjukkan kredibilitas sebagai tim yang dapat dipercaya sebagai penyelanggara seleksi calon komisioner KPU di Kabupaten Bone.
“Saya merasakan ada-nya kejanggalan pada proses seleksi Komisioner KPU. Kejanggalan tersebut terkait dengan pengumuman hasil tes kesehatan dan wawancara, mulai dari beredarnya nama-nama calon komisioner dan beredarnya ucapan selamat di media sosial sebelum pengumuman resmi sampai pada lolosnya beberapa calon yang sebelumnya di-nyatakan tidak lolos pada tes kejiwaan,” ujarnya.

Ia juga mendesak KPU Pusat untuk meninjau ulang hasil kerja dari Timsel I. “Sebab jika hal seperti itu dibiarkan berlarut-larut maka tidak menutup kemungkinan menjadi penyebab terjadinya kon-flik horizontal yang dapat mencederai proses demokrasi di negeri ini,” tukasnya.

Calon anggota KPU lainnya, EN membeberkan ada beberapa nama yang mengulang saat tes psikologi, sebelum masuk di 10 besar calon anggota KPU. Sebaliknya, mereka yang nilainya tinggi baik di tahap Computer Assisted Test (CAT) maupun di tes psiko malah gugur di tahap tes wawancara. Tiga calon anggota KPU yang masuk 10 besar, yang sebelumnya mengulang di psikotest masing-masing Gunawan, Mappaningsong dan Nasaruddin.

“Padahal saat pengumuman 25 besar kemarin, ada salah satu peserta yang juga mengulang di tes kejiwaan, malah tidak diloloskan,” ujar sumber tersebut membeberkan dugaan ketidakberesan proses rekrutmen calon anggota KPU kepada RADAR BONE, Rabu 25 April kemarin.

Ia menegaskan, penentuan 10 besar calon anggota KPU, lebih pada like and dislike timsel. Tidak lagi melihat kapasitas calon tersebut. Koordinator Timsel I, Drs Aminullah, MPdI yang dikonfirmasi RADAR BONE, menegaskan skoring nilai masing-masing peserta tidak boleh dipublikasi. “Memang semua nilai tidak boleh dipublish, makanya pengumuman tidak berdasarkan rangking, tetap alpabet. Karena kelulusan satu tahap menjadi tiket untuk menuju tahapan berikut,” kata Aminullah.

Terkait dugaan adanya peserta rekrutmen yang tidak lolos tes kejiwaan, namun tetap masuk dalam 10 besar, Aminullah me-ngatakan semua peserta yang ikut psikotest dinilai memenuhi syarat. “Tidak ada seperti itu, di psikotest semua memenuhi syarat. Kalau di tes kejiwaan kemarin ada beberapa yang dites sampai tiga kali, dan itu tidak masalah. Karena sempat tidak konsen pada tes pertamanya maka bisa diulang, itu pun kata dokternya. Dan kami dari pihak Timsel tidak mencampuri hal itu, karena kami hanya menerima hasil dari pihak rumah sakit saja. Pihak RS memberikan garansi terkait itu,” jelas Aminullah.

Terkait ancaman somasi yang dipertimbangkan peserta yang tidak dilolos untuk diajukan ke KPU RI, Aminullah mempersilakan itu dilakukan. “Tak jadi masalah. Itu haknya, dan kami sudah bekerja sesuai prosedur,” kunci Aminullah. Adapun mengenai dugaan kebocoran hasil pleno 10 besar sebelum keluarnya pengumuman resmi ternyata bukan isapan jempol belaka.
Dari empat nama yang beredar sebelumnya, yakni Izharul Haq, Haryani, Herni Nawir dan Ilham S ternyata benar masuk 10 besar seperti pengumuman resmi tim seleksi. Diketahui nama-nama yang masuk 10 besar untuk diajukan ke KPU Pusat ditetapkan menjadi lima besar, yakni A Ilham Samanlangi, A Mappaninsong, Abdul Rahim, Azizah Azis, Gunawan, Harmita, Haryani, Herni Nawir, Izharul Haq dan Nasaruddin.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top