Adu Kuat NH-Fahsar di Pileg. Siapa Unggul? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Adu Kuat NH-Fahsar di Pileg. Siapa Unggul?

Ketua DPD Golkar Bone, HA Fahsar M Padjalangi saat menjadi juru kampanye Ketua DPD Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid pada Pilgub Sulsel lalu. Kini keduanya bersaing memuluskan langkah putranya masing-masing menduduki kursi DPRD Sulsel

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Tujuh kursi DPRD Sulsel dapil VII Bone, menjadi rebutan. Dapil ini juga menjadi area pertarungan antaran Ketua DPD Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid (NH) dan Ketua DPD Golkar Bone, HA Fahsar M Padjalangi.

Dapil VII Bone (Sulsel) masih menjadi lumbung suara partai Golkar. Hanya saja, partai beringin rindang diprediksi hanya mampu meraup maksimal tiga kursi di DPRD Sulsel. Baik Fahsar maupun NH tentu akan bekerja keras meloloskan putranya ke parlemen.

Di Dapil ini, putra NH, A Zunnun Nurdin Halid akan bersaing dengan putra Fahsar, A Isman Padjalangi.
Zunnun berstatus petahana, sementara Isman, sang pendatang baru, dinilai memiliki kans besar lolos di parlemen, mengandalkan pengaruh Fahsar yang juga Bupati Bone dua periode.

Pakar politik, Dharmawansyah menilai, anak kepala daerah masih rawan dalam hal persaingan bersama caleg petahana. “Rawan, tapi mereka punya keunggulan elektoral yang diwariskan orang tuanya,” ujarnya.
Disamping itu, status anak kepala daerah itu bukan jaminan akan terpilih.

“Walaupun anak pejabat. Figur juga jadi rujukan pemilih. Sebab pemilih makin cerdas dan makin kritis dalam memilih,” singkatnya.

Sementara itu, praktisi politik, Rahman Arif menilai, dalam percaturan politik, baik Pileg mapun Pilkada, jika anak kepala daerah maupun anak calon kepala daerah ikut bertarung tidak selamanya mulus.

“Indikatornya banyak. Misalnya banyak caleg, ada juga caleg petahana. Jadi banyak tantangan dilalui,” tuturnya.
Ia menambahkan, para anak kepala daerah berpeluang lolos jika dibantu oleh kekuatan dan jejaring yang dibangun orang tuanya saat Pilkada.

“Pertanyaannya, apakah jejaring yang dibangun saat Pilkada masih setia, atau ada juga sebagian punya keluarga atau kerabat caleg, ini juga tantangan,” pungkasnya.

Apalagi, sejumlah wajah baru, juga tak kalah populer dan dikenal memiliki basis massa yang kuat. Sebut saja, A Batara Putra, yang merupakan putra Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, A Lantara dan A Syadli Rasyid, Mantan Kepala Dinas Sosial.

Pendatang baru lainnya yang cukup di unggulkan, yakni Hasmawati Syam, mantan Anggota DPRD Bone yang juga dikenal memiliki basis fanatik. Termasuk mantan Anggota DPRD Bone lainnya, A Darwis (Hanura) dan A Irma Alisyahbana (PKS). Dua mantan kepala desa juga ikut bertarung di Dapil VII, masing-masing Sri Rahayu Usmi, mantan kepala Desa Mattirowalie Kecamatan Bontocani (Nasdem) dan Hamdan, mantan kepala Desa Cakkeware Kecamatan Cenrana (PPP).

Rahman menegaskan, petahana belum sepenuhnya aman menduduki kursi DPRD Sulsel. Sebaliknya, ada beberapa figur pendatang baru yang menurut Rahman memiliki tingkat keterpilihan yang cukup besar.
“Dominasi Golkar masih kuat di dapil ini. Apalagi Bone kita tahu lumbung suara Partai Golkar,” ujarnya.
Kuda hitam sendiri kata Rahman, adalah milik Demokrat, Gerindra, PAN dan Nasdem.
Terpisah, Ketua DPD Gerindra Kabupaten Bone, Ishak SH optimis partainya kembali mendapat jatah kursi di Dapil VII.

“Target utama kami, minimal satu kursi di Dapil VII,” pungkasnya. Sementara Partai Golkar memasang target empat kursi Dapil VII Bone. “Di Pileg 2014 lalu, Golkar meraih tiga kursi. Insya Allah di Pileg 2019 kita bisa mendapat minimal empat kursi,” ujar Kepala Sekretariat DPD Golkar Bone, A Arsyad.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top