Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Tuntut Usut Tuntas Kasus Korupsi di Gowa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Tuntut Usut Tuntas Kasus Korupsi di Gowa

RADARBONE.CO.ID–Sekelompok massa Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan memadati halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gowa, Jalan Andi Mallombassang, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin, (21/5). Massa tersebut menggelar unjuk rasa tentang “seribu kebohongan di Kabupaten Gowa”.

Aksi berlangsung sekira setengah jam tersebut mengungkap berbagai polemik kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Gowa dalam kurun beberapa tahun terakhir. Jenderal Lapangan, Muallim Bahar, dalam orasinya menyoroti kinerja aparat penegak hukum, yaitu Kejari Gowa selama menindaki kasus yang ada.

Kata dia, terdapat sejumlah indikasi kegagalan penegakan hukum di kabupaten yang dipimpin selama lebih dari dua dasawarsa oleh klan Yasin Limpo tersebut. Di antaranya ialah pembangujan proyek Pasar Minasa Maupa, Sungguminasa.

“Pembangunan ini memakan anggaran puluhan miliar rupiah, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait kasus itu. Padahal kasus dugaan indikasi korupsi telah masuk ke ranah hukum,” terangnya.

Hal tersebut juga berlaku dengan kasus korupsi dalam lingkup Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian Kabupaten Gowa. “Kasus korupsi di Dinas Pendidikan yang menyeret mantan bendahara, ada pihak yang lain yang ikut tersandung. Sebab satu kejadian ini berkaitan dengan sindikat birokrasi,” ungkapnya.

Dugaan lainnya juga pada kasus pembangunan Bendungan Karalloe. Kata dia, proyek tersebut menuai masalah mulai dari pembebasan lahan masyarakat hingga pembangunan sampai saat ini.

“Belum jelas seperti apa tindakan penegakan hukum terkait hal tersebut lantaran kuat dugaan terjadi penyelewengan anggaran negara pada proyek pembangunan bendungan tersebut,” jelasnya.

Berbagai kasus lain juga minta diusut tuntas oleh Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan. Di antaranya, pembangunan Gedung RSUD Syekh Yusuf yang sudah mengalami keretakan pada dinding sebelum penggunaannya. Termasuk kasus lahan parkir RSUD Syekh Yusuf yang masih tumpang tindih antara pihak rekanan dan pemerintah yang pada akhirnya meresahkan masyarakat.

Kemudian, kasus korupsi Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya di Kecamatan Bontonompo. Penahanan hanya dilakukan pada Andra Ardiansa lantaran dana yang dipakai dari Kementerian PUPR sebesar Rp5,9 M. Sarat penyelewengan anggaran negara juga disinyalir pada proyek pembangunan perumahan guru di Pattalassang. Sebanyak 500 unit yang dijadikan sasaran peletakan batu pertama pada 2017 lalu, tetapi belum ada gedung yang rampung sama sekali hingga saat ini. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top