Anggaran Fogging Tak Ditambah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Anggaran Fogging Tak Ditambah

Petugas Fogging mempersiapkan peralatan untuk melakukan penyemprotan sarang nyamuk di Desa Tappale Kecamatan Libureng, Januari lalu.

Periode November-Februari Musim DBD

PENULIS : B AHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bone mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada periode November-Februari mendatang. Ironisnya, anggaran fogging atau penyemprotan sarung nyamuk aedes agepty tidak bertambah dalam APBD Perubahan yang sudah diambang ketuk palu penetapan.

Diketahui, anggaran penanggulangan DBD (Fogging) yang dianggarkan di APBD Pokok cuma Rp100 juta. Padahal Bone terdiri dari 372 desa dan kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan.
Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Komaruddin kepada RADAR BONE Kamis 29 September kemarin mengungkapkan penderita penyakit menular itu memang cukup besar padaFebruari lalu, tapi setelah memasuki Maret sudah mulai menurun sampai dengan September ini.

“Tapi kami tetap berupaya mengantisipasi dengan mensosialisasikan untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungan dengan menguras dan mengubur kaleng serta menutup air. Supaya jentik nyamuk DBD tidak berkembang biak,” kata Komaruddin.

Selain itu, lanjut Komaruddin, pihaknya juga tetap melakukan penyemprotan pada titik yang disarankan petugas Puskemas.
Kormaruddin menegaskan, saat ini pihaknya bersiaga menyusul datangnya hujan. Apalagi, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kasus DBD meningkat pada periode November-Februari.

“Apalagi saat ini sudah mulai musim hujan, tentu dikhawatirkan akan terjadi lagi banyak kasus DBD pada November akan datang. Sesuai de-ngan data tahun lalu, kasus DBD sudah mulai meningkat pada November sampai dengan Februari. Makanya sekarang harus waspada sebelum terjadi yang tidak diinginkan itu,” bebernya.

Sejak Januari hingga Agustus lalu, kasus DBD yang terjadi di Bone sudah mencapai 725 kasus.
Data ini dihimpun Dinas Ke-sehatan Kabupaten Bone melalui RSUD Tenriawaru dan puskesmas yang berjumlah 38.
Bahkan, beberapa bulan lalu, Bone dinyatakan daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Pada pembahasan Rancangan APBD Perubahan beberapa hari lalu, anggota pansus DPRD Bone, Abd Rahman menyorot rendah-nya anggaran fogging di Dinas Kesehatan yang hanya sebesar Rp100 juta. “Perlu kita ketahui, Oktober sampai Desember sa-ngat rentan wabah DBD jadi saya kira ini perlu diantisipasi dinkes. Kalau memang kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk dilakukan penambahan, kan bisa dilakukan pergeseran anggaran,” terangnya.

*ASKAR SYAM

To Top