Anggaran Perbaikan Gizi Minim. Kontras Dengan Anggaran Ini – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Anggaran Perbaikan Gizi Minim. Kontras Dengan Anggaran Ini

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Gizi buruk masih menjadi persoalan serius di Bumi Arung Palakka. Tak jarang ada balita yang meregang nyawa karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh. Ironisnya, anggaran program perbaikan gizi masyarakat yang dialokasikan dalam APBD sangat rendah.

Kabupaten Bone belum bebas dari kasus gizi buruk. Hampir setiap tahun ditemukan anak menderita gizi buruk. Tahun 2015 misalnya, terdapat 25 kasus gizi buruk. Kemudian menjadi 11 kasus pada 2016, dan 14 kasus di 2017.
Kasi Kesda dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Kartini Abbas yang dikonfirmasi RADAR BONE, di ruang kerjanya, Rabu, 13 Desember lalu mengungkapkan angka penderita gizi buruk tahun ini masih tinggi dibanding tahun lalu.

Pasalnya, ada empat penderita yang masih memerlukan pengobatan hingga tahun ini. “Sebenarnya jumlah penderita gizi buruk tahun ini hanya 10 orang, tapi masih ada empat penderita dari 2016 yang belum sembuh dan diobati sampai sekarang, sehingga jumlah penderita gizi buruk tahun mencapai 14 orang,” kata Kartini.

Lanjut Kartini, para penderita gizi buruk sudah ditangani petugas gizi buruk dan bidan desa. Selain itu, kata Kartini ada juga yang dirujuk sampai ke rumah sakit.

“Alhamdulillah sebagian juga sudah sembuh dan sebagian masih lanjut perawatannya. Kami sudah melakukan penanganan untuk membantu penderita gizi buruk tersebut dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa biskuit melalui bantuan pusat,” beber Kartini.

Lebih jauh Kartini mengungkapkan pihaknya juga memanfaatkan bantuan operasional kesehatan (BOK) untuk pemberian makanan tambahan bagi penderita gizi buruk.

“Kemudian PMT lokal melalui puskesmas dengan menggunakan dana bantuan operasional kesehatan( BOK), seperti bubur dan makanan lokal yang mengandung gizi lainnya, tergantung pihak puskesmas sendiri makanan apa saja yang dapat diberikan penderita gizi buruk agar bisa dipulihkan,” tandas Kartini.

Hanya saja, kendati Bone tak pernah sepi dari kasus gizi buruk, pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan belum mengalokasikan porsi anggaran yang memadai untuk perbaikan gizi masyarakat.

Berdasarkan data dalam rancangan APBD tahun 2018, Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran program perbaikan gizi masyarakat sebesar Rp31.990.000.

Anggaran yang tergolong sangat minim jika melihat luas dan besarnya penduduk Kabupaten Bone. Anggaran perbaikan gizi tahun ini masih lebih baik dibanding tahun 2017 yang cuma Rp18 juta. Anggaran perbaikan gizi cukup memadai hanya pada 2015 dan 2016 yang besarnya masing-masing mencapai Rp110 juta.

Pihak Dinas Kesehatan yang dikonfirmasi terkait minimnya anggaran perbaikan gizi masyarakat terkesan saling lempar tanggungjawab.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Abdul Rasyid AM yang dihubungi RADAR BONE, Kamis, 14 Desember kemarin tak bisa memberi penjelasan. Ia mengarahkan RADAR BONE untuk menghubungi Kasubag Program.” Kita hubungi H Rustang Kasubag Program, untuk mengetahui apa penyebabnya sehingga perencanaan mengusulkan sedikit,” kata Mantan Camat Patimpeng itu. Hanya saja, Kasubag Program H Rustang yang dikonfirmasi juga mengaku tak mengetahui soal anggaran perbaikan gizi.

“Kalau yang mengetahui hal itu (Anggaran perbaikan gizi) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr Eko Nugroho. Tentu ada alasannya sehingga dia mengusulkan anggaran sekian,” tutur Rustang.

Namun sayangnya Kepala Bidang Masyarakat, dr Eko Nugroho yang berusaha dikonfirmasi melalui sambungan telepon tak berhasil. Ponsel yang bersangkutan dalam status tidak aktif.

Minimnya anggaran program perbaikan gizi masyarakat tersebut sangat kontras dengan anggaran program pelayanan administrasi perkantoran di Dinkes sebesar Rp1,4 miliar.

Ini termasuk di dalamnya anggaran rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah yang dianggarkan Rp450 juta.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top