Apa Kabar Kasus Prona Nagauleng? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Apa Kabar Kasus Prona Nagauleng?

RADARBONE.CO.ID–Jaksa Peneliti Kejaksaan Negeri Bone, kembali menolak berkas perkara tersangka kasus pemalsuan atas penggelapan sertifikat yang diduga dilakukan Sekertaris Desa (Sekdes) Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Bone, Nurlaelah.

Berkas perkara tersebut merupakan yang ketiga kalinya dikembalikan oleh JPU ke Penyidik Reskrim Polres Bone. Namun petunjuk JPU sebelumnya, telah dipenuhi oleh penyidik kepolisian sehingga berkas tersebut diserahkan kembali ke JPU.

Hanya saja, setelah berkas tersebut diserahkan penyidik kepolisian, JPU kembali menolak dengan memberikan petunjuk atau P-19. Petunjuk JPU kali ini dinilai diluar aturan dan asas hukum pembuktian.

Hal itu diungkapkan Andi Sabir, tim Penasehat Hukum pelapor, H Mappa. Menurut Andi Sabir, petunjuk yang diberikan ke penyidik kepolisian dari JPU itu, di nilainya tidak masuk akal secara hukum pembuktian.

“Jadi P-19nya itu, penyidik Polres Bone diminta melengkapi berkas perkara dengan harus membuktikan niat Pelaku dalam kasus ini. Menurut saya, petunjuk itu sangat aneh, sangat tidak relefan dengan proses pembuktian hukum dan asas hukum pembuktian yang berlaku, bagaimana bisa JPU meminta Penyidik untuk membuktikan niat, sementara bukti material sudah ada,” ujarnya.

“Niat perlu dibuktikan kalau belum ada perbuatan. Kalau sudah ada perbuatan berarti niat sudah terpenuhi sesuai dengan berita acara perbandingan dan persamaan sidik jari Labfor Polri,” tambahnya.

Bukankah bukti materil kata dia, sudah jelas bahwa pelaku telah melakukan tindak pidana dan/atau suatu perbuatan memalsukan.

“Maka secara tegas saya katakan bahwa telah Selesailah perbuatan itu dilakukan,” jelas Andi Sabir yang didampingi Saldin Hidayat yang juga selaku tim Penasehat Hukum H Mappa.

Diketahui, kasus dugaan penggelapan sertifikat tanah milik H Mappa bin Taggiling yang diduga dilakukan Kepala Desa Nagauleng, Hamzah Mappasere, penyidik baru menetapkan istri kades tersebut sebagai tersangka.

H Mappa telah melaporkan dugaan penggelapan sertifikat miliknya, pada 19 Oktober 2016 lalu. Laporan penggelapan itu berawal saat korban meminta sertifikat miliknya kepada terlapor, Kepala Desa Nagauleng.

Namun, pelaku tersebut tidak menyerahkan dengan alasan sertifikat tersebut sudah diambil. Ironisnya, korban sama sekali belum pernah mengambilnya. Sementara sertifikat milik orang lain telah diserahkan.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top