Apa Kabar Sampah di Bone? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Apa Kabar Sampah di Bone?

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Sampah yang menumpuk hampir sepekan sempat meresahkan warga. Penjabat Bupati pun turun tangan. Ia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup mengoperasikan armada kebersihan untuk mengangkut sampah yang menumpuk. Pj Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, CES mengakui dirinya pun mengeluhkan sampah yang menumpuk beberapa hari ini.

Karenanya ia telah menginstruksikkan Sekkab Bone, HA Surya Darma SE MSi untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait biaya bahan bakar minyak (BBM) armada kebersihan.
Terkhusus ke DLH, Bakti meme-rintahkan segera melakukan penanganan terhadap sampah yang me-numpuk, sehingga tidak menimbulkan keresahan yang berkepanjangana bagi masyarakat.
“Saya sudah perintahkan Kadis BLHD (DLH). Insya Allah, besok (Hari ini) armada sampah sudah mulai beroperasi normal,” tegas Bakti melalui pesan WhatsApp yang diterima RADAR BONE, malam tadi.

Penelusuran RADAR BONE di beberapa titik TPS menunjukkan wajah Kota Watampone menjadi jorok, menyusul menumpuknya sampah di tempat pembuangan sementara (TPS). Kontainer sampah tak mampu lagi menampung volume sampah yang bertambah setiap hari. Akibatnya sampah pun berserakan di sekitar TPS. Berdasarkan pantauan RADAR BONE, Minggu, 22 April kemarin, pemandangan jorok ini bisa dijumpai di sekitar kontainer sampah yang terletak di Jl Sambaloge, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jl Sukawati dan Jl Yos Sudarso. Diketahui, ada 15 kontainer sampah ditambah 10 TPS permanen yang ada di daerah ini.

Warga yang bermukim di sekitar TPS ini mengajukan protes keras. Mereka tak tahan dengan bau busuk yang menyengat karena sampah tak terangkut sejak lima hari lalu, tepatnya Selasa, 17 April lalu. “Bau sampah yang ada di TPS itu bikin sakit kepala. Karena baunya luar biasa. Setiap hari volumen sampah bertambah dan tidak pernah diangkut. Kami khawatir ini bisa menyebarkan penyakit, perlu segera diantisipasi,” kata Suba, salah seorang warga Jl Sambaloge.
Keluhan juga datang dari warga Jl Kajaolaliddong. Warga setempat, Mia berharap tumpukan sampah ini segera diangkut, karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan membawa penyakit.

“Kami berharap, sampah di TPS segera diangkut. Karena kapan dibiar-biarkan seperti ini, maka akan meresahkan masyarakat. Bukan cuma karena bau tapi penyakit yang bisa ditimbulkan, apalagi ini musim hujan,” bebernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, A Padauleng yang dihubungi RADAR BONE, Minggu 22 April kemarin menolak berkomentar terkait tumpukan sampah tersebut. Bos petugas kebersihan ini meminta persoalan sampah ini dikonfirmasi ke Kadis Lingkungan Hidup yang membawahi kebersihan.

“Kami tidak bisa berkomentar tentang itu, yang berhak komentari adalah Kepala Dinas,” tuturnya. Kepala Dinas Lingku-ngan Hidup Kabupaten Bone, Ir Asmar Arabe MM mengatakan persoalan utang di SPBU, saat ini pihaknya tengah bernegosiasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), agar ada solusi terkait biaya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk armada kebersihan.

Selama ini, kata Asmar Arabe, BBM dipinjam ke pihak SPBU. Pembayaran BBM menyusul. Namun karena kontrak diputus pihak SPBU, ia pun berpikir untuk melakukan deposit ke pihak SPBU. “Jadi nanti, sisa dilakukan pemotongan biaya pada saat armada kebersihan melakukan pengisian BBM,” katanya.
Namun untuk mereali-sasikan ide itu, Asmar me-ngaku harus ada petunjuk terlebih dahulu dari BPKAD terkait proses pengadministrasiannya. “Kita juga tidak boleh gegabah melakukan deposit ke pihak SPBU. Karena ini menyangkut uang negara. Maka dari itu, kita negosasikan terlebih dahulu,” tandasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top