Astaga, Pungutan Komite Bermunculan di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Astaga, Pungutan Komite Bermunculan di Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pungutan terhadap siswa berkedok dana komite bermunculan. Kali ini giliran SMAN 2 Cenrana membebani siswa biaya pembangunan gerbang dan pagar. Kasus operasi tangkap tangan (OTT) di MAN I Bone terkait dugaan pungli pembangunan ruang kelas baru dan pengadaan seragam sekolah, rupanya tak cukup menjadi pelajaran pihak sekolah dalam melakukan pungutan kepada siswa berkedok sumbangan komite.

Kali ini, giliran orang tua siswa SMAN 2 Cenrana (SMAN 27 Bone) yang membeberkan pungutan melalui komite sekolah. “Memang ada yang kami bayar uang bulanan sebanyak Rp50 ribu perbulan, dengan total Rp500.000 pertahun, Ini bisa diangsur dengan batas sampai pelaksanaan ujian kenaikan kelas,” ungkap Su, salah satu orang tua siswa.

Parahnya, pungutan berkedok sumbangan ini terkesan dipaksakan. “Siswa tidak diikutkan ujian ketika tidak lunas pembayarannya,” tambah orang tua siswa tersebut. Menurut dia pungutan sebesar Rp500 ribu per siswa tersebut diperuntukkan untuk pembangunan gerbang dan pagar sekolah.

Kepala SMAN 2 Cenrana, Drs Muhammad Syarif, MPd yang dikonfirmasi RADAR BONE, tak menampik adanya penarikan biaya pembangunan gerbang dan pagar di sekolahnya. Menurut Syarif pembebanan biaya pembangunan gerbang dan pagar tersebut bersifat sumbangan dan tidak dipaksakan.

“Memang kami pungut biaya dari siswa sebanyak Rp500.000 pertahun, namun ini juga kami tidak paksakan kepada siswa, karena ini bisa diangsur perbulan,” kata Syarif saat dihubungi RADAR BONE, Senin,18 September lalu.
Syarif menegaskan, penarikan biaya pembangunan gerbang dan pagar dimaksud murni ditangani komite sekolah.

“Saya tidak tahu persis juga ini karena semuanya komite yang tangani, dan bahkan pembangunannya komite juga yang bangun,” papar Syarif.

Ditambahkan Syarif penarikan biaya pembangunan gerbang dan pagar dari siswa atas persetujuan dari orang tua siswa.

“Ini kami lakukan karena ada persetujuan dari orang tua siswa, makanya kami berani lakukan, apalagi ini tidak memberatkan karena tidak dipaksakan bagi siswa yang tidak mampu,” pungkasnya.

Kepala UPT Pendidikan Wilayah Bone Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Drs A Syamsu Alam, MPd menyatakan segera memanggil Kepala SMAN 2 Cenrana untuk meminta klarifikasi terkait pungutan komite tersebut.

“Terkait dengan adanya biaya pembangunan yang dibebankan kepada siswa SMA Negeri 2 Cenrana melalui komite sekolah, kami akan panggil kepala sekolahnya untuk membahas tersebut,” ungkap Syamsu kepada RADAR BONE, Jumat, 22 September kemarin.

Menurut Syamsu, penarikan pungutan oleh komite tidak masalah, sepanjang tidak dipaksakan dan mendapat persetujuan dari orang tua siswa.

“Kalau dilihat acuan dari Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah itu sudah jelas, bahwa selama tidak memberatkan siswa dan ada kesepakatan wajib dilakukan demi kelancaran pendidikan,” jelasnya.

Lanjut dia, jika memang penarikan biaya pembangunan gerbang dan pagar SMAN 2 Cenrana tersebut menyalahi aturan, maka pihaknya akan menghentikan penarikan pungutan tersebut.

“Kalau memang ini terbukti tidak sesuai dengan aturan,maka tentu kami akan suruh hentikan karena komite itu dijalankan harus sesuai dengan undang-undang yang mengaturnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala SMAN 1 Tellu Siattinge ini menegaskan larangan pungutan bagi siswa diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.

Di dalam Permendikbud dimaksud, kata Syamsu sangat jelas ditegaskan pungutan adalah penarikan uang oleh sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

Berbeda dengan sumbangan, menurut Syamsu sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela dan tidak mengikat satuan pendidikan. “Jika mengacu pada regulasi itu, maka tidak ada lagi alasan bagi sekolah untuk melakukan pungutan terhadap peserta didik, orangtua atau walinya,” tegas Syamsu saat menanggapi rencana kenaikan iuran komite di SMAN 1 Kahu (SMAN 6 Bone), Kamis, 14 September lalu.

*

Click to comment
To Top