Atribut Liar NA-ASS di Kampus UNM, Aktivis: Buta Aturan atau Bodoh? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Atribut Liar NA-ASS di Kampus UNM, Aktivis: Buta Aturan atau Bodoh?

RADARBONE.CO.ID-Pemasangan atribut liar dari sejumlah kandidat Pilgub Sulsel 2018 semakin marak. Dari empat kandidat, dugaan pelanggaran atribut di luar produksi KPU paling banyak dilakukan oleh Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Selain di daerah-daerah, ditemuka juga alat peraga kampanye (APK) liar kandidat NA-ASS di samping Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), tepatnya di Jalan Raya Pendidikan Makassar. Atribut tersebut merupakan ucapan selamat idul fitri NA-ASS sekaligus memuat program mereka sebagai kandidat.

Menanggapi hal itu, Ketua IKA Alumni Ilmu Administrasi Negara UNM, Muhammad Yasir menilai kandidat yang bersangkutan terkesan sengaja melanggar aturan. Kalaupun paham terhadap aturan, namun tetap memasang atribut selain cetakan KPU, artinya kandidat itu disebutnya bodoh.

“Aturan dalam PKPU nomor empat jelas, bisa saja kandidat itu memang buta aturan sampai pasang program bermodus ucapan idul fitri di dekat kampus,” jelasnya.

“Kalau sudah tahu aturan, lebih bahaya lagi. Itu artinya mereka bodoh, sengaja langgar aturan,” pungkasnya menambahkan.

Menurut Yasir, penertiban APK liar memang tugas dari penyelenggara. Meski begitu, seluruh kandidat seharusnya tidak berulah dengan membuat APK liar. Apalagi desain dan materi alat kampanye sudah diatur dalam PKPU.

“KPU sudah mengatur desain dan materinya (alat peraga kampanye). Nah, terkait jumlah di masing-masing daerah juga sudah ditetapkan oleh KPU, demi menjunjung keadilan dalam pilkada. Kalau ada kandidat yang buat diluar dari itu, kan itu namanya sudah tidak adil lagi,” jelasnya.

Aturan yang dimaksud mengenai alat peraga ada di Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketentuan terkait ukuran alat peraga kampanye terdapat pada pasal 28, yang berbunyi:

(1) KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota memfasilitasi pembuatan dan pemasangan Alat Peraga Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf c.

(2) Alat Peraga Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. baliho/billboard/videotron paling besar ukuran 4 (empat) meter x 7 (tujuh) meter, paling banyak 5 (lima) buah setiap Pasangan Calon untuk setiap kabupaten/kota;
b. umbul-umbul paling besar ukuran 5 (lima) meter x 1,15 (satu koma lima belas) meter, paling banyak 20 (dua puluh) buah setiap Pasangan Calon untuk setiap kecamatan; dan/atau
c. spanduk paling besar ukuran 1,5 (satu koma lima) meter x 7 (tujuh) meter, paling banyak 2 (dua) buah setiap Pasangan Calon untuk setiap desa atau sebutan lain/kelurahan.

Sedangkan ketentuan terkait desain dan materi alat peraga ditentukan oleh KPU terdapat pada Pasal 29:

(1) Desain dan materi Alat Peraga Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) dibuat dan dibiayai oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan oleh KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota.

(2) Desain dan materi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat memuat nama, nomor, visi, misi, program, foto Pasangan Calon, tanda gambar Partai Politik atau Gabungan Partai Poitik dan/atau foto pengurus Partai Politik atau Gabungan Partai Politik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top