Awas Jalur Maut! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Awas Jalur Maut!

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Angka korban kecelakaan lalu lintas cukup mengerikan. Dalam kurun waktu lima bulan saja, 31 nyawa melayang. Kasus cukup menonjol terjadi pada jalur poros yang selama ini dikenal sebagai titik rawan laka lantas.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Lalu Lintas Polres Bone, menunjukkan setiap tahun ratusan kasus kecelakaan terjadi di jalan raya. Khusus korban tewas melampaui 100 orang. Pada 2015 misalnya, terdapat 150 nyawa melayang karena kecelakaan lalu lintas.

Kemudian pada 2016, kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 530 kasus dengan jumlah korban tewas 101 orang. Bahkan, 89 orang diantaranya meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Memasuki 2017, angka kasus laka lantas kembali menunjukkan gelagat yang memprihatinkan. Dalam kurun waktu lima bulan saja (Januari-Mei 2017), kecelakaan yang terjadi mencapai 252 kasus. Sebanyak 31 orang diantaranya menjadi korban tewas.

Meskipun terjadi penurunan angka laka lantas, termasuk korban jiwa dalam dua tahun terakhir. Namun pada moment hari-hari besar, seperti ramadan atau lebaran, serta natal dan tahun baru merupakan moment angka laka lantas cukup menonjol. Pekan pertama ramadan tahun ini saja, sudah empat nyawa melayang.
Kasus terbaru terjadi di poros Bone-Wajo, tepatnya di Kelurahan Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge, Selasa, 30 Mei sekira pukul 12.30 Wita.

Seorang pemuda bernama Iswandi Bin Rewa (23) tewas di TKP setelah bertabrakan dengan mobil box. Pemuda yang beralamat Jl Ahmad Yani ini saat kejadian mengendarai motor Suzuki Spin dengan nomor polisi DD 4125 QN.
Dua sehari sebelumnya, tepatnya Minggu, 28 Mei lalu, dua pengendara motor terlibat tabrakan di poros Bone-Sinjai, tepatnya di Desa Kadai, Kecamatan Mare sekira pukul 15.20 Wita. Dua orang diantaranya meninggal di TKP. Keduanya adalah Muttiara Binti Kondang (55) dan A Athar (55).

Sementara seorang korban lain Rano Kusuma Putra Bin Sutrisno (25) menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Kemudian A Nuraeni yang merupakan boncengan A Athar kritis dengan luka patah pada betis serta keluar darah dari hidung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE di TKP. Tabrakan maut itu bermula saat Rano Kusuma Putra Bin Sutrisno berboncengan dengan ibu kandungnya Muttiara mengendarai sepeda motor merek Nmax dengan nomor polisi DD 2947 DK melaju dari arah selatan.

Dari arah berlawanan muncul pengendara lain, A Athar berboncengan dengan A Nuraeni mengendarai motor dengan nomor polisi DD 6235 QI. Kedua pengendara diduga menghindari jalan bergelombang hingga keduanya hilang kendali lalu bertabrakan. Kerasnya benturan menyebabkan pengendara dan boncengannya terlempar hingga beberapa meter.

Dua TKP yang menjadi lokasi kecelakaan di atas memang selama ini dikenal sebagai dua dari tiga ‘jalur maut’ di daerah ini. Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, pihaknya memberi perhatian serius pada sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di Bumi Arung Palakka.

“Pengawalan khusus memang ada seperti poros Bone-Makassar, khususnya Sumpanglabu, karena satu saja mobil mogok maka berpotensi macet panjang dan juga rawan terjadi kecelakaan,” katanya.
Selain itu, lanjut Kadarisman poros perbatasan lainnya tak luput dari perhatian pihaknya. “Perbatasan kabupaten seperti Bone-Sinjai, dan Bone-Wajo juga selalu diwanti-wanti,” tambahnya.

Kadarislam Kasim berpesan kepada pengendara motor agar tetap mematuhi rambu lalu lintas guna mengantisipasi kecelakaan. “Pengendara juga perlu berhati-hati dan jaga kesehatan sebelum berkendara apalagi saat ini musim hujan, dan cuaca tidak menentu,” tutupnya.

*

To Top