Awas Kecelakaan! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Awas Kecelakaan!

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi saat memimpin apel siaga pengamanan mudik lebaran di halaman Mapolres Bone, Kamis 39 Juni

Polisi Tetapkan Delapan Titik Rawan

PENULIS :  HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Angka kecelakaan maut selama bulan suci ramadan menunjukkan tren peningkatan. Setidaknya, sudah tiga nyawa melayang karena kecelakaan lalu lintas. Pihak Kepolisian Resort Bone menetapkan delapan titik rawan yang harus diwaspadai pemudik.

Memasuki awal ramadan, seorang warga lingkungan Waru Kelurahan Apala Kecamatan Barebbo, Hj Rugaya tewas setelah terseret mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan AR (17), Minggu 5 Juni lalu sekira pukul 20.10 Wita. Saat itu, korban berjalan menuju ke masjid untuk menyambut tarwih perdana. Namun naas baginya, sebuah mobil yang melaju di Poros Bone-Sinjai menabraknya hingga meregang nyawa. Nasib serupa dialami
Maman (50) tewas di Desa Kawerang, Kecamatan Cina setelah bertabrakan dengan mobil bak terbuka, Sabtu 25 Juni lalu sekira pukul 16.50 Wita. Sebe-lumnya, Pensiunan PNS bernama Jamaluddin bin A Mappita (75) tewas setelah mobil yang dia kemudikan menabrak pembatas jembatan di Kecamatan Mare. Setidaknya dalam bulan suci ramadan terdapat sedikitnya tiga kecelakaan maut yang terjadi yang menyebabkan tiga nyawa melayang.
Seiring makin dekatnya le-baran Idul Fitri 1437 H, arus pemudik mulai meningkat yang notabene membuat arus lalu lintas bertambah padat.
Kepolisian Resort Bone telah mengidentifikasi sedikitnya delapan titik rawan kecelakaan lalu lintas yang patut diwaspadai pengguna jalan. Ke-8 titik rawan tersebut tersebar di wilayah kota dan kecamatan, diantaranya kawasan Pelabuhan Bajoe, Terminal Palakka, Poros Bone-Sinjai dan Poros Bone-Wajo. Kemudian di kecamatan ada Ajangale, Kajuara, Libureng dan Lappariaja.
Kapolres Bone AKBP Raspani SIK yang dikonfirmasi RADAR BONE ketika pembentukan tim ramadaniya 2016, mengatakan sejumlah titik yang dianggap rawan dan selama ini kerap terjadi kecelakaan akan menjadi pusat perhatian tim operasi.
“Operasi dilakukan selama 16 hari. Anggota kami minta untuk mencapai target operasi yang telah ditetapkan. Tentunya juga meningkatkan sasaran dan target operasi. Sehingga masyarakat lebih aman khususnya pengguna jalan yang akan mudik lebaran,” katanya.
Sementara itu Kabag OPS Polres Bone, AKP Asrofi yang baru-baru dilantik dengan jabatan barunya, mengatakan operasi ini akan memberi keamanan dan kenyaman bagi warga.
“Adanya operasi ini akan memberi kenyamanan bagi seluruh warga yang akan beraktivitas di akhir ramadan,” katanya.
Sementara Kasat Lantas Polres Bone, AKP Irwan yang dihubungi RADAR BONE melalui sambungan telepon selular mengatakan pihaknya berharap agar pengendara tertib dalam berlalu lintas. Tidak ugal-ugalan sehingga kecelakaan dapat diantisipasi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat. Bahwa hendaklah merayakan idul fitri di rumah bersama keluarga bukan di rumah sakit. Caranya ya jaga diri baik-baik ketika berkendara. Sebelum mudik hendaknya memeriksa kesehatan serta kondisi kendaraan yang akan digunakan. Intinya bersikap awas terhadap kecelakaan,” tegasnya.
Dia menambahkan, pemicu kecelakaan juga terkadang dari pengendara yang tidak memperhatikan kesehatan. Misalnya, dalam keadaan me-ngantuk namun tetap memaksakan memacu kendaraan.
“Kalau mengantuk berhenti sejenak beristirahat. Kemudian yang tak kalah pentingnya juga lengkapi andministrasi baik kendaraan maupun pengendara,” tutupnya.

 

*ASKAR SYAM

To Top