AZIS-Cakka Berseberangan, Luthfi Malah Untung – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

AZIS-Cakka Berseberangan, Luthfi Malah Untung

RADARBONE.CO.DI–Lembaga survei Epicentrum Politica punya analisa tersendiri, soal siapa yang miliki kans dari tanah Luwu jelang Pilgub Sulsel 2018.

Diketahui, ada empat figur dari Luwu Raya yang menguat bakal ikut menjadi kontestan yakni Aziz Qahhar Mudzakkar (Anggota DPD RI), Andi Mudzakkar (Bupati Luwu), Luthfi A Mutty (Anggota DPR RI-mantan Bupati Luwu Utara) dan Aliyah Mustika Ilham (Anggota DPR RI).

Aziz secara resmi telah dipinang oleh Nurdin Halid, dan telah mendapat restu dari Partai Golkar. Sementara Cakka, panggilan akrab Mudzakkar, diwacanakan kuat bakal berduet dengan Ichsan Yasin Limpo. Sementara Luhfi dan Aliyah, digadang-gadang bakal menjadi pendamping dari Agus Arifin Nu’mang.

Menurut Direktur EP, Iin Fitriani, untuk menggaet mayoritas suara dari Luwu Raya, merupakan hal sulit. Sebab, semua figur punya basis massa yang diprediksi tidak akan saling menyokong satu sama lain. Meski, berasal dari satu komunitas yang sama.

Iin berpendapat, ada tiga alasan utama. Pertama, semua figur meski berbagi suara di darah Luwu, yang dianggap cukup kompak memberi dukungan, jika ada ‘wija tho luwu’ yang bersaing dalam kontestasi politik.

“Seperti pada pilgub 2013 lalu, pasangan Ilham Arif Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar unggul di 3 kabupaten/kota di tanah Luwu, itu Luwu, Palopo dan Luwu Utara. Sementara Luwu Timur mengunggulkan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang,” ucap Iin, pada Rakyatku.com, pada Senin (10/7/2017).

Alasan kedua, lanjut Iin, yakni perihal perseteruan dua bersaudara, Aziz dan Cakka. Bagi Iin, perseteruan Aziz-Cakka akan membuat klan Mudzakkar ‘galau’ dalam menentukan pilihan politiknya.

“Hal ini bisa menguntungkan Luthfi, sebagai perwakilan “wija to luwu” yang lain. Apalagi jika dia benar-benar akan dipinang Agus Arifin Nu’mang sebagai calon wakil gubernur, maka ia tinggal me-refresh basis dukungannya di Luwu Utara. Lalu kerja keras untuk mengevaluasi Luwu Timur yang pernah memenangkan Agus sewaktu mendampingi Syahrul sebelumnya,” urai Iin.

Terakhir, Iin menjelaskan perihal strategi branding personal masing-masing figur.

“Karena masih tidak bisa lepas dari persoalan geopolitik yang lebih menonjol dari pada nilai jual personal mereka di mata masyarakat,” tutup Iin.

*
To Top