Banding Ditolak, Bang Toyib Dijatuhi Hukuman Mati – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Banding Ditolak, Bang Toyib Dijatuhi Hukuman Mati

Adnan Hamzah

Kasus Kepemilikan Sabu 2 Kg dan TPPU

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Tersangka kasus kepemilikan sabu seberat 2 kg dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Amran Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib dijatuhi hukuman mati. Itu setelah banding yang diajukan ditolak majelis hakim.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, mengganjar pria asal Bone itu hukuman penjara seumur hidup atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram (Kg) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan hukuman yang dijatuhkan kepada Saddang, hakim memberikan waktu untuk melakukan banding atas putusan tersebut.

Penasehat Hukum Saddang pun melakukan banding yang ditujukan kepada Pengadilan Tinggi Samarinda. Tapi, bukannya mengurangi hukuman, namun Saddang harus mendapatkan kenyataan pahit bahwa upaya banding tersebut ditolak oleh Pengadilan Tinggi Samarinda. “Saya mendapatkan informasi seperti itu,” ucap Wakil Ketua PN Tanjung Selor, Ahmad Syarif kepada Kaltara Pos (Jawa Pos Group), Kamis, 20 Oktober lalu.

Dia mengatakan hakim PT Samarinda menimbang sesuai dengan pernyataan dari tuntutan jaksa. Karena resikonya tersebut diperkuat dengan tuntutan kejaksaan. Ahmad mengatakan tuntutan yang diberikan oleh PT Samarinda adalah hukuman mati.  “Sudah ada putusannya dari Pengadilan Tinggi Samarinda,” bebernya.

Ditanya soal kapan hukuman tersebut dieksekusi, Ahmad me-ngatakan tergantung prosesnya, karena dipastikan ada hak upaya hukum lagi yang dilakukan Penasehat Hukum Arman Suyuti seperti kasasi. Jika sudah mempunyai kekuatan hukum tetap baru bisa dieksekusi. “Setelah punya hukum yang tetap dan tidak mengajukan upaya hukum lagi baru bisa dieksekusi,” bebernya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus sabu Arman, Sutriono SH MH mengatakan, selama ini sudah melakukan perlawanan atas putusan yang bertanggal 4 Agustus 2016 itu. Dan merupakan wujud nyata untuk pemberantasan Narkoba sehingga akan melakukan perlawanan dan banding. “Alhamdulillah, perlawanan dan banding kita diterima oleh PT Samarinda. Sehingga pada tanggal 15 September kemarin sudah mendengarkan semua putusan pokok perkara. Walau agak molor dari waktu yang ditentukan,” sebutnya.

Sutriono berbangga karena putusan yang diberikan hakim itu atas dakwaannya kepada Arman. Dimulai dari dakwaan pertama terbukti yaitu Pasal 114 ayat 2 Junto 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sudah terbukti dan sah menurut hukum. Kemudian dakwaan kedua yakni Pasal 3 Tentang Tindak Pindak Pidana Pencucian Uang juga sudah terbukti.
“Melihat usaha ini membuahkan hasil untuk itu kita bersyukur,” jelasnya.

Dalam pernyataan hakim Sandi Muhammad Alayubi SH MH menyatakan Arman Suyuti atau Bang Toyib ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sutiono menambahkan barang yang selama ini digunakan oleh Arman disita sebagai barang bukti (BB).
“BB-nya seperti rekening, uang sebesar 5 juta rupiah, 3 unit sepeda motor, 3 unit mobil, 1 tempat tempat pencucian mobil dan tanah. Dari putusan itu dirampas untuk Negara. Dan ada 2 sertifikat yaitu tanah yang di Jl Sungai Limboto dimana di atasnya ada rumah itu pada putusan dikembalikan kepada terdakwa dan diserahkan kepada pemiliknya yakni Ibu Rahmawati,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bone, Adnan Hamzah SH mengatakan sejauh in pihaknya belum menerima rilis resmi putusan tersebut. Namun demikian, dia mengaku sudah mendengar informasi putusan itu melalui media. “Sampai saat ini, belum ada rilis resmi kami terima dari sana (Kalimantan Utara). Namun ada beberapa teman media sudah menyampaikan hal itu. Besok saya akan konfirmasi ke sana,” jelas Adnan.

Sekadar diketahui Saddang dibekuk setelah kurirnya, yakni Nur Salam alias Allang (44) ditangkap di Polres Bulungan Kalimantan Utara, Kamis 15 Januari 2015 lalu. Di hadapan penyidik Allang ‘bernyanyi’, bahwa sabu 2 kg yang dibawanya adalah milik Saddang. Namun demikian, polisi tidak serta menangkap Saddang. Saddang baru dieksekusi pada Sabtu 29 Agustus 2015 lalu sekira pukul 22.00 Wita di Hotel Ratih Jl Poros Majene, Polewali Mandar Sulawesi Barat. Saddang ditangkap atas dasar surat DPO yang diterbitkan Polres Bulungan pada Januari 2015. Saddang ditangkap dengan barang bukti sejumlah uang tunai dan handphone.

*ASKAR SYAM

To Top