Bantuan Dana PIP Diduga Disunat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bantuan Dana PIP Diduga Disunat

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di daerah ini bermasalah. Selain terkendala data yang tidak akurat, sejumlah siswa juga mengeluh karena dana bantuan yang diterima
dipotong pihak sekolah.

Keluhan pemotongan dana PIP ini disampaikan siswa SMA Negeri 2 Watampone. Sejumlah siswa mengaku jatah dana PIP yang diterima dipotong sebesar Rp50 ribu. Pemotongan bantuan PIP itu dilakukan pada saat siswa mencairkan dana di bank, yang diduga kuat dikoordinir oknum pegawai Tata Usaha SMAN 2 Watampone.

Salah seorang siswa penerima bantuan PIP di SMAN 2 Watampone berinisial IA mengakui adanya pemotongan sebesar Rp50 ribu saat mencairkan dana PIP di bank penyalur dalam hal ini Bank BNI.

“Kami juga tidak tahu apa alasan pihak TU melakukan pemotongan terhadap bantuan PIP yang kami terima. Saya terima di bank Rp1 juta, setelah saya terima, Rp50 ribu kami disuruh kumpul di bagian TU,” ungkapnya.

Siswa ini membeberkan jumlah siswa yang menerima bantuan PIP di sekolahnya sekira 100 siswa. Ditambahkan IA, modus pemotongan, yakni setelah siswa selesai mencairkan dana PIP, oknum pegawai Bagian TU yang mendampingi berinisial AG mengarahkan siswa untuk menyetor uang sebesar Rp50 ribu ke bagian TU.

Di tempat itulah, sambung IA menunggu seorang guru yang akan menerima dana tersebut. “Tapi pintarnya, di sini dia perintahkan siswa untuk kumpulkan uang itu,” ungkapnya.

Pemotongan bantuan PIP yang dilakukan oleh bagian TU kata IA bukan cuma kali ini terjadi, melainkan setiap ada pencairan dana PIP di bank. “Baru lucunya, setiap kami melapor ke pihak sekolah, siswa tidak pernah direspon,” katanya.

“Saya tidak sendiri mengalami hal ini, semua teman-teman saya penerima bantuan PIP mengalami hal yang serupa,” tambahnya.

Hal yang sama dialami penerima PIP lainnya, SN. SN mengakui dirinya sudah beberapa kali diminta menyetor Rp50 ribu ke bagian TU. “Kami juga tidak tahu apa alasan pihak sekolah melakukan hal itu,” ungkap SN.
Kepala Bagian TU SMAN 2 Watampone Juhera, SSos yang dikonfirmasi RADAR BONE membantah adanya pemotongan bantuan PIP terhadap siswa penerima.

“Bagaimana mungkin ada pemotongan. Saya sendiri di sini (sekolah). Kemudian yang terima bantuan itu siswa sendiri yang langsung ke bank. Bahkan mereka sendiri yang tandatangani di bank. Jadi isu pemotongan bantuan PIP itu tidak benar,” kilahnya.

Dia juga tak menampik ada pegawai bagian TU yang mendampingi siswa saat menerima dana PIP di bank. Sekadar diketahui, saat menerima dana PIP di bank, siswa didampingi dan diarahkan langsung oleh pegawai Bagian TU berinisial AG yang tak lain adalah suami Kepala Bagian TU. “Pak Agustan di sini hanya sebatas mengantar dan mengarahkan anak-anak saja,” jelas Juhera yang juga istri AG.

Kepala SMAN 2 Watampone, Drs Haedar yang dikonfirmasi RADAR BONE, Jumat, 12 Mei lalu mengatakan dirinya tidak pernah memerintahkan pemotongan dana PIP milik siswa. Kalau pun ada seperti itu, sambung Haedar sifatnya hanya sukarela. “Yang jelas tidak ada perintah, karena anak-anak sendiri yang langsung ke bank,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terdapat 15.874 siswa tercatat sebagai penerima dana PIP tahun 2016.

Besaran bantuan dana PIP yang disalurkan pemerintah kepada siswa kurang mampu bervariasi. Untuk siswa kelas VII dan VIII dana yang diterima Rp750.000 per orang, Sedangkan siswa kelas IX sebesar Rp375.000.

Click to comment
To Top