Bantuan PUAP Gapoktan Desa Sailong Disoal. Dana Diduga Raib – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bantuan PUAP Gapoktan Desa Sailong Disoal. Dana Diduga Raib

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Bantuan dana PUAP bagi Gapoktan di Desa Sailong Kecamatan Dua Boccoe dipertanyakan warga setempat. Pasalnya, laporan keuangan rutin disampaikan ke Dinas Pertanian, tapi dana tak jelas rimbanya. Dugaan raibnya dana bantuan Gapoktan Desa Sailong tahun 2013 tersebut diungkap Sekretaris Desa Sailong Muh Saiful. Menurut Saiful, sejauh ini tak diketahui keberadaan dana PUAP 2013 tersebut. Beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani yang dibawahi Gapoktan dimaksud kerap menyampaikan keluhannya kepada Sekdes.

“Saya tak tahu kemana sekarang dana itu. Jangan-jangan sudah tidak ada. Cuma, laporannya yang ada dan lancar disetor ke Dinas Pertanian,” beber Saiful kepada RADAR BONE, Kamis 5 April lalu. Saiful menambahkan bantuan dana Gapoktan diperuntukkan untuk pengembangan usaha petani dalam bentuk pinjaman bergulir. Karenanya ia berharap adanya keterbukaan penge-lolaan dana. Semua petani memiliki hak menggunakan dana tersebut, bukan hanya digunakan oknum tertentu.

“Saya hanya ingin dana itu dimunculkan, supaya bisa digunakan secara efektif. Selain itu juga warga bisa tahu kemana dananya,” tegas Saiful.Salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa Sailong Iskandar ikut angkat bicara soal bantuan dana Gapoktan 2013.“Dananya itu kalau tidak salah dipinjam sama orang, tapi terakhir ini saya tak tahu siapa, dan sudah lamami juga. Makanya bagusnya di atur ulang agar semua tahu dana itu kemana dan diperuntukkan kepada siapa,“ ungkap Iskandar.

Pihak Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone mengakui adanya beberapa Gapoktan yang bermasalah dalam pengelolaan dana PUAP karena tidak tahu teknis pengelolaan dana. Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan, Farhan yang dikonfirmasi RADAR BONE, menegaskan pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan dana bantuan Gapoktan. Dalam evaluasi ini, kata Farhan akan menggandeng aparat penegak hukum.

“Makanya April atau Mei kami akan turun untuk mengevaluasi gapoktan. Ini sesuai dengan perintah dari Kementerian Pertanian, gapoktan harus memperlihatkan buku reke-ning bank. Dana Gapoktan akan dicek. Jika dananya masih ada, tetap akan diberikan kepada gapoktan untuk dikelola. Namun demikian, gapoktan harus mempunyai program kerja supaya dana sebesar itu tidak disia-siakan,” kata Farhan.

Diakui Farhan pada evaluasi 2017, terdapat beberapa gapoktan membuat surat pernyataan karena dananya bermasalah, termasuk Gapoktan Desa Sailong. “Gapoktan di Sailong itu juga sudah membuat surat pernyataan untuk melengkapi datanya dan memperlihatkan rekeningnya sebesar Rp100 juta,” jelas Farhan. Ditambahkan Farhan ada beberapa gapoktan dievaluasi agar program berjalan dengan baik.

“Meskipun sebenarnya ada juga beberapa yang sudah berjalan dengan baik, bahkan saldonya sudah lebih Rp100 juta, tapi ada juga yang bermasalah. Bantuan itu tetap dikontrol terus, supaya semua petani dapat merasakannya, sehingga bisa hidup dengan sejahtera. Bukan hanya menguntungkan orang-orang tertentu,” tambah Farhan.
Seyogyanya, lanjut Farhan, tujuan pemerintah mengucurkan dana bagi Gapoktan agar poktan dapat memanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti pengelolaan pupuk, usaha ternak dan usaha lainnya.

Ketua Gapoktan Desa Sailong Mustin yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 10 April kemarin, mengatakan keliru jika ada pihak yang menduga keberadaan dana tak jelas. Pasalnya, bantuan dana Rp100 juta yang dikelola masih utuh. Saat ini, sambung Mustin dana digilir ke beberapa kelompok tani (Poktan) untuk pengembangan usaha. “Dananya sekarang itu jelas, bahkan kami sering kirim laporan. Untuk dana yang Rp100 juta sementara dipegang oleh warga yang pinjam sebanyak 30 orang. Latar belakang usaha warga yang pinjam dana, ada dari tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan hortikultura,” jelas Mustin.

Namun ia tak menampik jika ada yang macet. Namun sudah diatasi dengan me-lakukan penarikan secara perlahan.“Memang ada dana yang sedikit mampet, karena ada satu peminjam sudah terkena musibah. Dan satunya lagi meninggal dunia. Jadi kami tarik uangnya pelan-pelan agar tak terlalu membebani, namun sekarang dananya ada pengembangan karena sudah capai Rp116 juta yang kami kelola,” kunci Mustan.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top