Banyak Jalan Rusak, Anggota DPRD Bone Ini Minta Pemda Utamakan Kualitas – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Banyak Jalan Rusak, Anggota DPRD Bone Ini Minta Pemda Utamakan Kualitas

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan di desa-desa yang ada di Kabupaten Bone, ke depannya harus mengutamakan kualitas.
Pasalnya, hampir semua ruas jalan yang ada di Kabupaten Bone sudah pernah mendapat sentuhan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, semua yang dibangun tidak berumur panjang.

Anggota DPRD Bone, H Kaharuddin menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan, harus mengedepankan kualitas. Bukan lagi kuantitas.

“Saatnya kita berpikir quality oriented. Bukan Quantity Oriented. Pembangunan jalan ini, jangan jadi proyek abadi. Maksudnya proyek abadi, tahun ini dikerja, tahun depan dikerja dan tahun berikutnya dikerja. Jadi pemborosan anggaran,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Selasa 20 Agustus kemarin.

“Buat apa banyak jalan yang dibangun, namun hanya berumur 6 bulan. Biar satu atau dua kilometer jalan yang dibangun tapi kalau bisa bertahan sampai lima tahun kan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” tambah politisi Partai Demokrat itu.

Ia mengasumsikan, jika anggaran Rp500 miliar selama ini menyentuh perbaikan jalan hingga 50 kilometer, namun usia jalan itu tak sampai 1 tahun.

“Coba bandingkan jika kualitas jalan yang kita utamakan. Biar 25 kilometer menyerap anggaran Rp500 miliar tapi kalau umurnya sampai lima tahun, kan jadinya banyak titik yang bisa disentuh,” tukasnya.

Olehnya itu lanjut kandidat Wakil Ketua DPRD Bone itu, pemerintah daerah wajib membangun jalan dengan mengutamakan kualitas, jika ingin kabupaten ini bagus dan berkembang.

“Tidak ada jalan lain, jika ingin bagus dan bermanfaat maksimal, Pemkab Bone harus membangun jalan di kecamatan dan desa desa dengan sistem penetrasi. Dengan berorientasi kualitas, bukan kuantitas,” pungkasnya.

Karena dengan mengutamakan kualitas, penggunaan anggaran daerah lanjut legislator tiga periode itu, akan lebih bermanfaat, karena pembangunan akan semakin berkembang.

“Jika kualitas bagus, pekerjaan pembangunan tidak akan terfokus pada satu objek setiap tahun, masa iya setiap tahun jalan itu terus yang kita pikirkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebagian besar ruas jalan kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Bone yang dibangun, memang tidak berumur panjang, karena dikerjakan tidak mengutamakan kualitas alias asal asalan.

Dukungan agar pemerintah daerah mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas pada proyek jalan juga dilontarkan praktisi sosial, Rahman Arif.

“Seluruh pekerjaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak khususnya pekerjaan jalan harus mengutamakan kualitas. Dengan kualitas jalan yang baik maka kondisi jalan akan lebih tahan lama dan masyarakat akan nyaman dan aman saat menggunakannya,” ujar Rahman.

Bukan hanya proyek jalan kata Rahman, seluruh pekerjaan mulai dari sekolah,talud serta pembangunan yang lainnya, jangan dikerjakan secara asal-asalan, karena berbagai kerusakan jalan yang ada selain menjadi tanggungjawab pemkab juga ada tanggung jawab Pemprov, sehingga dalam penangannya harus ada koordinasi yang intensif.

“Kita semua sudah merasakan susahnya akibat pekerjaan pembangunan jalan yang hanya mengejar kuantitas tanpa memikirkan kualitas,” kuncinya.

Sebelumnya, Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi mengaku, panjang jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, mencapai 2.474 kilometer. Untuk membenahi seluruh jalan rusak kata bupati, butuh anggaran mencapai Rp2 triliun. Sementara APBD Bone hanya mencapai Rp2,4 triliun lebih. Itupun sebagian besar anggaran tersebut diserap untuk belanja pegawai. Porsi untuk belanja infrastruktur diperkirakan tak kurang dari 20 persen dari total APBD.

“Kenapa Rp2 triliun, karena panjang jalan di Bone 2.474 kilometer. Satu kilometer minimal 2,2 miliar. Jadi kalau seribu kilometer jalan rusak, berarti Rp2 triliun lebih anggaran yang harus disiapkan,” ungkap Fahsar kepada RADAR BONE kemarin.

Ia mengakui, perbaikan infrastruktur jalan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBD.

“Insya Allah untuk infrastruktur jalan ini kita akan fokuskan dulu di kota. Sudah gerakan yang dilakukan di plan perubahan ini. Karena memang kami berharap kemarin dengan DPRD, supaya di Perubahan ini, untuk perbaikan infrastruktur jalan ini, diprioritaskan dulu di kota,” ujar Fahsar.
Ia mengakui, selama lima tahun terakhir, infrastruktur jalan di kota belum pernah tersentuh perbaikan.

“Selama lima tahun ini, kita belum pernah sentuh kota. Hanya tahun pertama waktu saya menjabat bupati, memang langsung akses jalan di kota yang kita perbaiki. Setelah itu, tidak pernah lagi tersentuh, makanya harus dikembalikan,” kata Fahsar.

Terlepas dari itu, Fahsar mengaku banyaknya kerusakan jalan, tanda kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kita harus bersyukur, karena tidak mungkin jalan rusak kalau tidak ada bebannya. Karena banyak bebannya berarti tanda kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya. “Kita lihat lima tahun lalu berapa kendaraan yang beredar di kota jika dibandingkan sekarang. Jadi pertumbuhannya sangat besar. Jadi bebannya semakin banyak menumpah, sehingga jalan cepat rusak. Disisi lain, memang waktunya karena sudah lima tahun,” tambah Fahsar sembari menyebut anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan di kota mencapai Rp30 miliar.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top