Begini Penyaluran Raskin di Kecamatan Cenrana – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Begini Penyaluran Raskin di Kecamatan Cenrana

Suasana pengangkutan jatah raskin Desa Latonro Kecamatan Cenrana, Rabu 14 Desember lalu. Jatah raskin 102 karung diangkut menggunakan perahu menuju ke Desa Latonro.

Butuh perjuangan bagi warga di Kecamatan Cenrana dalam mendapatkan jatah raskin. Beberapa desa harus mengangkut raskin menggunakan perahu. Pasalnya, untuk menjangkau beberapa desa tersebut cuma bisa diakses melalui sungai.

Usman Sommeng, Cenrana

Desa Latonro misalnya, menyiapkan sebuah perahu untuk mengangkut 102 karung jatah raskin warga, Rabu 14 Desember lalu. Maklum, suplai raskin tidak bisa melewati jalur darat. Setelah raskin dibongkar pelabuhan, selanjutnya raskin diangkut ke desa menggunakan perahu.

“Jatah sebanyak 102 karung itu untuk penyaluran dua bulan, yakni November dan Desember. Kami angkut dengan perahu dari ibukota kecamatan ke desa,” tutur Abu Bakar, Kades Latonro. Yang menarik dalam penyaluran kali ini, kata Abu Bakar, pihak Bulog sudah terjun langsung untuk memantau.

“Alhamdulillah, kualitas-nya sudah bagus. Karena orang Bulog terjun mendampingi buruh,” terangnya.
Menurut Abu Bakar, setelah tiba di kantor desa, selanjutnya warga yang datang mengambil jatahnya. “Kalau di kota warga naik becak membawa raskinnya, kalau di Cenrana naik perahu,” bebernya.

Hal serupa dialami warga Ajalasse. Ajalasse yang mendapat jatah raskin 104 rumah tangga sasaran (RTS) perbulan juga mengangkut raskin dari ibukota kecamatan ke desa menggunakan perahu. “Kami juga pakai perahu untuk raskin,” tutur A Annang, Kades Ajalasse.
Annang menambahkan, pe-nyaluran raskin dilakukan petugas Bulog langsung kepad a warga yang domisilinya dekat. “Kecuali warga yang tinggal jauh, datang sendiri mengambil jatahnya menggunakan perahu,” jelas Kades dua periode itu.

Selain Latonro dan Ajalasse, beberapa desa lain di Cenrana juga melakukan pengangkutan dua kali untuk menerima jatah raskin. Diantaranya Desa Laoni, Pusungnge dan Pallime. “Desa-desa tersebut harus dua kali angkutan untuk sampai raskin ke desanya,” kunci Hamzah, Kades Labotto. (*)

To Top