Begini Prinsip Hidup Toraya di Mata Nurdin Halid – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Begini Prinsip Hidup Toraya di Mata Nurdin Halid

RADARBONE.CO.ID–Bakal calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid, mengaku paham karakter orang Toraja baik dari sisi perilaku maupun dari sisi prinsip.Ketua Harian DPP Golkar ini banyak memahami hal itu Karena memiliki banyak relasi Toraya (sebutan orang Toraja).

Apalagi, karena salah satu menantu Nurdin Halid adalah orang Toraja, yakni Seto Asapa dari garis ibunya, dr Felicitas Tallu Lembang, yang dalam kehidupan sehari-harinya kental dengan sikap Toraya.

Sedangkan ayahnya adalah Rudiyanto Asapa, Bupati Sinjai periode 2003-2012. Seto menikah dengan putri Nurdin Halid, Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari.

Menurut Nurdin yang maju berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar, jauh sebelum anaknya menikah dengan Seto, dirinya sudah bergaul dengan banyak orang Toraja, termasuk saat masih di bangku kuliah.

“Saya memahami orang Toraja luar dalam. Mereka itu pemberani. Teguh memegang prinsip, dan gigih dalam memperjuangkan target hidupnya. Makanya, orang Toraja itu banyak yang sukses, pintar dan cerdas,” kata Nurdin Halid memuji prinsip orang Toraja kepada wartawan Senin, 28 Agustus 2017.

Itu juga yang melekat pada diri menantunya, Seto. Selain itu, kata dia, orang Toraja umumnya tak banyak bicara tapi banyak bekerja. Sehingga, tak heran, banyak petinggi di pusat pun suka dengan orang-orang Toraja.

“Satu lagi yang saya suka sama saudara kita dari Toraja. Gaya hidup dan cara berpikir mereka sangat sederhana. Belum lagi, mereka jujur dan tak suka berbelit-belit. Mereka suka dengan keterbukaan dan saya banyak belajar dari mereka,” katanya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Toraja, Sudarman, menyebut sosok HAM Nurdin Halid (NH) sebagai Toraya sejati. Toraya adalah sebutan bagi orang Toraja asli. Ketua Harian DPP Golkar itu punya karakter asli Toraya dan sekarang sudah beranak cucu berdarah Toraja.

Korbid Ekonomi DPD I Golkar Sulsel ini menilai karakter Toraya yang melekat pada sosok NH adalah pemberani. Toraya selalu bisa berjaya dalam perantauan itu utamanya karena karakter ini.

“NH ini punya karakter pemberani. Berani dalam segala hal. Yang paling kelihatan adalah sangat berani ambil risiko. Dan setahu saya semua itu untuk kepentingan orang banyak,” kata Sudarman.

Ketua Bidang Ekonomi Kombongan Sang Torayan (Pekumpulan Masyarakat Toraja) ini menjelaskan, jatuh bangun dalam berjuang bagi Toraya adalah kelaziman.

“Masyarakat Toraja meyakini tidak ada orang yang berhasil tanpa pernah jatuh dulu. Jatuh kalau Pak NH jatuh bangun dengan segala tantangannya tapi bisa bangkit lagi, itulah karakter Toraya itulah penyebabnya,” kata Sudarman.

Jubir NH-AZIZ, Muhammad Natsir, mengakui, tingkat penerimaan NH-AZIZ di publik semakin baik. “Progres itu menunjukkan masyarakat tidak lagi peduli pada masa lalu kandidat. Apalagi jika masa lalu itu terjadi akibat persoalan kebijakan. Sepertinya, masyarakat lebih peduli pada sosok yang dianggap bisa memberi perubahan di Sulsel. Dan itu, melekat di NH-AZIZ,” aku pengurus Golkar ini.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top