Belum Masuk Tahapan, Pengerahan ASN Ikut Zikir – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Belum Masuk Tahapan, Pengerahan ASN Ikut Zikir

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendukung kandidat tertentu yang akan maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel mulai massif dilakukan.

Pada pelaksanaan zikir akbar yang digelar kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, HM Nurdin Halid – Azis Qahar Mudzakkar (NH-Azis) di Lapangan Merdeka Kota Watampone, Rabu malam 15 November kemarin, masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendidikan, diduga diperintahkan untuk mengkoordinir guru-guru, hadir di acara zikir akbar tersebut.
Informasi yang dihimpun RADAR BONE, UPTD diwajibkan menghadirkan 200 guru. Selain UPTD, lurah dan kepala desa juga diwajibkan menghadirkan massa, hadir diacara zikir akbar yang digelar pasangan yang diusung Golkar dan Nasdem tersebut.

Praktisi politik, Rahman Arif, menyoroti adanya keterlibatan ASN mendukung dan mengkampanyekan kandidat pasangan calon di pilkada.

“ASN kodratnya netral di pilkada. Jadi itu yang harus dipegang teguh. Tapi kok mereka terang-terangan memperlihatkan ketidaknetralannya,” ujarnya.

Panwas selaku lembaga pemilu yang bertugas melakukan pengawasan, harus bertindak tegas.
“Ini sudah tidak sehat. ASN yang sejatinya netral, malah dikerahkan untuk mendukung bahkan mengkampanyekan pasangan calon tertentu,” kritiknya.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bone, M Alwi berjanji akan menelusuri keterlibatan ASN mendukung dan mengkampanyekan pasangan calon di pilkada.

Meski belum masuk tahapan pilkada, namun ASN lanjut dia, tetap tidak dibolehkan memperlihatkan dukungannya ke kandidat tertentu.

“Kita bisa laporkan ke komite ASN jika ada aparatur sipil negara yang terbukti tidak netral dan tentu ada sanksi tegas bagi mereka yang terbukti. Kita sementara telusuri keterlibatan mereka (ASN),” tegasnya.

Alwi juga tegas mengimbau ASN untuk tidak coba-coba melanggar. “Sanksinya jelas, jika terbukti sanksi terberatnya bisa penurunan pangkat. Jelasnya, ini kewenangan komite ASN menindak,” tukasnya.

Ketua KPU Bone, Aksi Hamzah juga menegaskan, tak elok jika ASN terang-terangan menunjukkan ketidaknetralannya di pilkada.

“Saya kira ada etika yang harus kita jaga bersama. Meski tahapan pilkada belum bergulir, namun kodrat ASN kan jelas, harus netral di pilkada,” kuncinya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top