Beritakan TTP Wollangi, Wartawan RB Diteror – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Beritakan TTP Wollangi, Wartawan RB Diteror

Andi Yuslim Patawari bersama Wakil Ketua KPK, Basariah

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Aksi teror mulai menghantui wartawan RADAR BONE, sejak pemberitaan terkait permasalahan lahan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Wollangi dimunculkan.

Salah seorang wartawan RADAR BONE, Rosdiana Sulja didatangi sejumlah oknum yang diduga preman pada pukul 01.10 Wita dinihari, Kamis 27 April 2017.

Oknum tersebut beralasan ingin bertamu. Namun karena alasan keamanan, wartawati RADAR BONE itu, enggan membuka pintu rumahnya.

“Saya cuma mau konfirmasi pemberitaan di Radar. Saya tidak punya niat jahat,” ujar oknum tersebut.

“Maaf saya tidak menerima tamu jam segini. Kalau mau konfirmasi, besok saja di kantor,” timpal Rosdiana Sulja.

Aksi teror yang menimpa wartawati RADAR BONE tersebut, menuai kecaman sejumlah pihak. Salah satunya dari tokoh pemuda nasional, A Yuslim Patawari.

Yuslim menegaskan, semua program pemerintah tentu melalui perencanaan yang matang. Sejatinya kata dia, penggunaan dana pemerintah dapat dinikmati hasilnya.

“Jangan sampai mengeluarkan anggaran yang besar namun tidak ada hasil, itu yang perlu di cermati. Kalau ada indikasi penyalahgunaan anggaran, maka penegak hukum harus turun tangan. Kita percaya kepolisian dan kejaksaan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik kalau tidak sanggup nanti kita bantu agar KPK turun tangan,” pungkasnya.

Pemimpin redaksi RADAR BONE, Muh Bachtiar Sairing turut menyayangkan adanya teror seperti itu. “Sudah bukan jamannya lagi hal seperti ini dilakukan atau dipertontonkan. Apalagi kalau ini pesanan orang yang terkait dengan pemberitaan. Apalagi misalnya orang tersebut paham hukum,” tegas Bachtiar.

“Kan jelas di UU Pers, bahwa ketika ada berita yang dianggap tidak benar, silahkan melakukan atau meminta hak jawab. Jadi, kalau ada yang tidak benar dari yang kami beritakan, silahkan ditanggapi atau diklarifikasi. Bukan melakukan teror seperti ini,” kata Bachtiar.

Sekali lagi, dia sangat menyayangkan hal seperti itu masih sering dilakukan. “Sejatinya, kata dibalas kata, berita dibalas berita. Bukan bertindak melawan hukum. Bukan jamannya lagi teror seperti itu. Itu sama dengan membungkam kerja-kerja pers. Dan jelas melanggar undang-undang,” tambah Bachtiar.

Kapolres Bone, AKBP Raspani SIK yang dihubungi radarbone.co.id, Kamis 27 April berjanji akan menindaklanjuti laporan soal aksi teror tersebut. Kapolres mengaku sudah menyampaikan ke resmob untuk mewaspadai kemungkinan yang tidak diinginkan.

To Top