Besi Tua Eks Pelabuhan Bajoe Dijual Diduga Tanpa Proses Lelang. Ini Kata Pengamat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Besi Tua Eks Pelabuhan Bajoe Dijual Diduga Tanpa Proses Lelang. Ini Kata Pengamat

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE– Penjualan besi tua eks proyek Pelabuhan Laut Bajoe yang dilakukan tanpa melalui proses lelang mendapat sorotan sejumlah kalangan.

Pengamat Hukum Ali Imran SH menegaskan besi eks material pembangunan Pelabuhan Laut Bajoe jika dipindahtangankan hendaknya melalui proses lelang karena pengadaannya menggunakan uang negara. “Karena pengadaannya menggunakannya uang negara, maka jika mau dijual ya lewat proses lelang dan diberitaacarakan. Tidak bisa dijual secara perorangan,” kata Ali Imran kepada RADAR BONE, Minggu, 16 Juli kemarin.

Menurut dia jangan karena bekas material proyek tersebut dianggap limbah, sehingga bisa dijual seenaknya.
Ali Imran mencontohkan bekas kertas suara yang sudah dicoblos di Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja tidak bisa dijual secara perorangan, padahal secara kasat mata sudah menjadi kertas tak berguna alias limbah. “Kertas suara yang sudah tercoblos di KPU itu, jelas-jelas sudah menjadi limbah, tapi tidak boleh dijual tanpa disertai berita acara. Apalagi besi yang memiliki nilai lebih,” jelas Ali Imran.

Diberitakan sebelumnya, penelusuran yang dilakukan RADAR BONE di kantor UPP Bajoe, Jumat, 14 Juli lalu, menemukan halaman belakang kantor Syahbandar tersebut sudah bersih dari tumpukan besi tua. Hanya terlihat empat potong saja yang digunakan sebagai penyangga bak penampungan air. Padahal sebelumnya terdapat sekira 27 potongan besi yang tersimpan di kantor tersebut sejak kepemimpinan A Abbas hingga Arifuddin di UPP Bajoe.
Belakangan berhembus kabar jika besi-besi tua tersebut telah dijual secara sepihak oknum pejabat UPP. Padahal sejatinya, besi-besi tua tersebut jika dijual harus melalui proses lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNL).

Berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE, tumpukan besi tua tersebut sudah dijual ke pengumpul besi tua.

“Potongan besi itu diangkut dari sini sejak bulan puasa lalu dengan menggunakan truk yang diduga kuat sebagai pembeli besi bekas atas perintah dari pegawai yang ada di kantor ini. Sempat terjadi adu mulut antara pihak kantor (UPP Bajoe) karena mereka saling rebutan untuk jual,” ungkap AN, seorang pria yang menyaksikan besi-besi tua tersebut diangkut.

Karena melihat terjadi adu mulut antara sesama pegawai UPP Bajoe, sambung AN, pria yang diduga sebagai pengumpul besi tua sempat menurunkan besi-besi tua tersebut dari truknya.

“Pembeli besi itu yang merupakan orang Jawa sempat menurunkan kembali potongan besi itu setelah ada pegawai di sini (UPP Bajoe) yang mengamuk karena memprotes penjualan besi itu,” beber AN meyakinkan.
Bahkan, lanjut AN, pegawai UPP Bajoe yang bersitegang terkait penjualan besi tersebut juga saling ancam untuk melapor kepada pihak yang berwajib.

“Mereka juga saling mengancam untuk melaporkan kepada polisi ketika barang itu diangkut. Saya yakin ini dijual karena yang angkut sendiri merupakan pembeli besi bekas. Seandainya cuma dipindahkan pasti bukan itu (Pengumpul besi tua) yang dia panggil untuk mengangkutnya,” jelas AN.

*

To Top