Biaya Nikah di KUA Dikeluhkan. Bayar Foto Buku Nikah Sampai Rp80 Ribu – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Biaya Nikah di KUA Dikeluhkan. Bayar Foto Buku Nikah Sampai Rp80 Ribu

PENULIS : ASKAR SYAM-ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kantor Urusan Agama (KUA) diterpa isu pungutan liar. Biaya pas foto kartu nikah saja dibanderol jauh di atas harga yang berlaku dipasaran.

Sejumlah calon pengantin yang mengikuti kursus pengantin di KUA Kecamatan Dua Boccoe misalnya, mengaku membayar sejumlah uang ke oknum petugas KUA.
Alasan penerbitan buku nikah, masing-masing pasangan pengantin dimintai uang sebesar Rp600 ribu.
Salah seorang warga yang baru-baru ini mengikuti kursus pengantin di KUA berinisial AN mengaku, membayar uang Rp300 ribu perorang. “Jadi ada Rp600 ribu semua saya bayar. Karena istri saya juga membayar uang sebesar itu,” ungkap AN kepada RADAR BONE, Rabu, 26 Juli kemarin.

Selain itu, calon pengantin juga dibebankan biaya foto sebesar Rp50 ribu. “Ada petugas KUA yang khusus foto dan kita bayar Rp50 ribu untuk foto ukuran 3×4 dua lembar,” jelasnya.
Sebelumnya, pada awal Desember 2016, seorang warga berinisial IK juga mengaku dimintai uang sebesar Rp80 ribu untuk membayar foto buku nikah.

“Jadi total saya bayar Rp160 ribu untuk dua foto ukuran 3×4. Padahal kalau di tempat cuci foto, maksimal Rp5 ribu saja harganya satu foto,” ujarnya.

Selain di Dua Boccoe, Kelurahan Macanang juga tak lepas dari isu dugaan pungli biaya nikah.
Seorang warga yang menikah di 2016 lalu, mengaku membayar sebesar Rp1.500.000 ribu ke oknum perangkat Kelurahan Macanang.

“Petugas itu mengaku untuk pengurusan biaya pernikahan. Saya dimintai uang masing-masing Rp750 ribu,” beber wanita yang dikorankan identitasnya itu.

Kasi Bimas Kementerian Agama Kabupaten Bone, Taufik Raden yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 26 Juli kemarin mengatakan biaya akad nikah di KUA sebesar Rp600 ribu. Biaya tersebut dibayar langsung calon pengantin di bank. “Jadi biaya ini memang calon pengantin sendiri yang bayar di bank, dan begitulah mekanismenya,” ungkapnya.

Lanjut Taufik, aturan tersebut sudah diberlakukan di seluruh kantor KUA yang ada di Kabupaten Bone.
Biaya sebesar Rp600 ribu itu, kata Taufik sudah termasuk di dalamnya biaya kursus calon pengantin (Catin) dan penerbitan buku akta nikah. Ini berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2004 tentang Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Agama.

“Sejak adanya aturan ini, semua kantor KUA yang ada di Kabupaten Bone harus memberlakukan aturan tersebut. Aturan ini sudah ada semua di KUA,” jelasnya.

Ditambahkan Taufik, biaya tersebut belum termasuk dengan biaya kelengkapan berkas calon pengantin.
“Jadi biaya sebanyak Rp600 ribu itu belum termasuk kelengkapan berkasnya, seperti biaya pas poto dan foto kopi KTP. Semua calon pengantin yang siapkan karena persyaratan berkas,” pungkasnya.

*

To Top