Biaya Pemeriksaan Kualitas Air Dipertanyakan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Biaya Pemeriksaan Kualitas Air Dipertanyakan

Salah satu karyawan Depot Air Al Aqsa yang beralamat Jl MT Haryono saat mengisi air galon.

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Biaya pemeriksaan kualitas air yang ditarik Dinas Kesehatan sebesar Rp20 ribu dipertanyakan kalangan pengusaha depot air. Biaya tersebut dipungut petugas dinkes setiap datang melakukan pemeriksaan kualitas air.

Salah seorang pengusaha depot air A Takdir mendatangi Dinas Kesehatan untuk mempertanyakan hal tersebut. Maklum, setiap kali dirinya membayar tidak pernah mendapat penjelasan yang jelas dari petugas pemeriksa air.
“Selama ini setelah diperiksa kelayakan air minum di depot, kami hanya ditagih sebesar Rp20.000, tapi tidak ada penjelasan kalau uang itu akan dikemanakan. Makanya kami datangi Dinas Kesehatan mempertanyakan hal itu.
Apakah itu ada perdanya. Jangan sampai hanya dipungut dan tidak diketahui arahnya kemana,” kata Takdir.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone ini mengaku setiap ditagih dirinya tak diberi kuitansi. Pemilik depot air minum lainnya, Alimuddin membenarkan adanya pembayaran Rp20 ribu setiap kali petugas dinkes datang memeriksa kualitas air di depot miliknya.

“Dinas kesehatan berkunjung satu kali dalam setiap bulan ditempat saya, untuk pemeriksaan sampel air. Saya membayar Rp20.000 untuk biaya administrasi,” tutur pemilik depot air Al Aqsa di Jl MT Haryono itu.

Menanggapi penarikan biaya Rp20 ribu itu, Kepala UPTD Laboratorium Kualitas Air Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Haeruddin mengatakan biaya pemeriksaan air tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011.
“Memang tidak perlu ada kuitansinya, karena ada bukti pembayarannya di buku pemeriksaan dengan berlogo Dinas Kesehatan, sehingga uangnya itu tidak akan dikemanakan.  Tidak perlu lagi pakai kuitansi, karena kalau pakai kuitansi, berarti sama halnya kalau saya punya perusahaan pribadi, sedangkan itu kan pemerintah yang punya dan ada bukti setorannya pada saat penerimaan,” tutur Haeruddin di hadapan A Takdri, salah satu pengusaha depot air minum yang menyambanginya.

Diakui Haeruddin jumlah depot air minum di Kabupaten Bone sebanyak 171 usaha.
“Semua itu ditekankan pembayaran sebesar Rp20.000 setiap pemeriksaan, karena itu memang ada peraturannya,” kunci Haeruddin.

To Top