Bisa Disembuhkan, Jika Penderita Berobat Secara Rutin – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bisa Disembuhkan, Jika Penderita Berobat Secara Rutin

Suasana pengunjung di Puskesmas Watampone, Rabu, 22 Maret lalu. Puskesmas Watampone merupakan salah tempat pengobatan penderita TB di daerah ini.

Tahun lalu, Ditemukan 657 Penderita Tuberkulosis di Bone

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Terkhusus di daerah ini, angka kasus TB ternyata masih tergolong tinggi.

Baharuddin, Watampone

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, menyebutkan angka penderita TB Paru-paru pada 2016 sebanyak 657 kasus. Ini adalah data kasus yang diobati dari beberapa puskemas di Kabupaten Bone. Belum terhitung penderita yang belum menjalani pengobatan rutin di puskesmas. Itu artinya, angka ini masih bisa bertambah.

Kasus TB terbanyak berasal dari beberapa puskesmas, termasuk kasus yang ditangani Puskesmas Watampone. Adapun jumlah penderita TB yang ditangani Puskesmas Watampone sebanyak 114 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pananggulangan Panyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Komaruddin kepada RADAR BONE Kamis 23 Maret kemarin, mengatakan pihaknya belum bisa membeberkan data kasus TB tahun ini, karena datanya masih berada di puskesmas.

“Kasus TB yang ada di Kabupaten Bone sebenarnya masih banyak kasus tapi enggan melaporkan diri,” ungkapnya. Maklum, penyakit satu ini masih dianggap sebagai aib, sehingga pihak keluarga tak jarang memilih menyembunyikan kasus TB.

Padahal, jika penderita melakukan pengobatan secara rutin dalam jangka tertentu. misalnya berobat enam, penderita bisa disembuhkan. “Jika sudah diobati tapi kambuh kembali, maka harus diobati selama delapan bulan,” beber Komaruddin. Bahkan, kata Kormaruddin ada penderita yang menjalani pengobatan selama dua tahun.

“Penyakit TB bisa disembuhkan jika memang penderita berobat secara rutin. Jika penderita aktif berobat bisa disembuhkan, karena sudah ada beberapa orang yang disembuhkan,” tegas Komaruddin.

Dicontohkan Komaruddin, di Puskesmas Biru ada dua pasien berhasil disembuhkan. Kemudian di Palakka, Lamuru dan Kahu masing-masing satu orang. “Semua itu sudah sembuh. Sedangkan di Kecamatan Mare satu orang tapi dia putus berobat, sementara di Puskesmas Gaya Baru ada satu orang dan itu meninggal dunia,” katanya.

Lanjut Komaruddin, ada beberapa jenis TB, yakni TB paru positif dan TB ekstra paru. Untuk TB paru positif terdiri dua jenis, yakni TB paru BTA positif paru dan BTA negatif rontgen positif. Kemudian TB ekstra paru di luar Paru-paru, seperti kalenjar linfe.

Diakui Komaruddin, TB menular melalui pernapasan atau mulut pada saat berbicara. Virus itu, kata dia dapat menular ke tubuh manusia bagi orang yang fisiknya lemah. Apalagi virusnya dapat bertahan sampai dengan beberapa hari jika berada di ruangan yang lembab. “Ini bisa dibayangkan penderita penyakit TB itu pada saat batuk dapat mengeluarkan kuman sampai dengan 3000 kuman. Sedangkan pada saat bersin mampu mengeluarkan kuman sampai dengan satu juta,” paparnya.

Makanya untuk menghindari penularan, penderita dianjurkan saat batuk atau bersin menutup mulut, supaya tidak berpindah ke orang lain. “Karena virus itu tidak akan bertahan jika sudah bersentuhan dengan benda,” kunci dia. (*)

To Top