Blunder, Usai Tetapkan Status Tahanan Luar, Dokter Gadungan Malah Kabur – Radar Bone

Radar Bone

Berita Utama

Blunder, Usai Tetapkan Status Tahanan Luar, Dokter Gadungan Malah Kabur

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone saat ini masih kesulitan melacak keberadaan Carmelita Alias Emha, dokter gadungan yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi bahkan telah menyebar foto tersangka dan berkoordinasi dengan Polres dari daerah lain untuk mempersempit ruang geras dokter gadungan itu.

Polisi terus memburu dokter kecantikan gadungan yang karib disapa Aemyzaa. Ia melarikan diri setelah polisi memberi kelonggaran status tahanan luar terhadap tersangka.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi mengatakan, pihaknya terus melacak keberadaan Aemyzaa

“Kita masih berusaha bersama dengan keluarga yang menjadi penjamin tersangka. Pencarian terus dilakukan namun memang saat ini belum diketahui keberadaannya,” terang kapolres kepada RADAR BONE kemarin.

Menurutnya, langkah yang diambil adalah berupaya melacak lokasi yang dinilai akan menjadi tempat persembunyian tersangka.

“Pihak keluarga bersama tim kami tengah mencari, pihak keluarganya juga pusing karena tersangka ini tiba-tiba hilang,” ujar kapolres.

Diberitakan sebelumnya, dokter kecantikan gadungan, Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha melarikan diri. Pihak kepolisian telah menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi tersangka.

Kadarislam menambahkan, pihaknya telah menyebar foto Aemyza. Foto tersangka disebar, setelah penetapan DPO pasca melarikan diri saat menjalani wajib lapor.

“Kita sudah terbitkan surat DPO bagi yang bersangkutan pasalnya selama ini keberadaanya tidak diketahui dan mangkir dari wajib lapor sesuai dengan persyaratan saat penangguhan penahanan,” ujarnya.

Aemyza bersama Rini diketahui telah ditetapkan tersangka namun tidak ditahan dengan alasan koperatif. Keduanya dikenakan wajib lapor setiap Kamis. Namun belakangan, Rini yang rutin melapor sementara Aemyzaa tak pernah muncul selama berada di Enrekang.

Ketua PMII Cabang Bone, Sudri menilai, kaburnya dokter gadungan (Aemyzaa) merupakan tamparan keras bagi institusi kepolisian.

“Ini menjadi bukti lemahnya pengawasan dari pihak kepolisian. Bahkan publik bisa saja menaruh curiga, bisa saja memang di arahkan seperti ini karena melihat juga kasus dokter gadungan ini sudah terbilang mandek, terkesan ditunda-tunda padahal bukti-buktinya pada saat penangkapan cukup kuat,” ujar Sudri.

Diketahui, Polres Bone berhasil mengungkap praktik jasa kecantikan yang melibatkan dokter gadungan.

Adalah Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, nama dokter cantik diringkus satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Rabu dinihari, 20 Februari lalu. Wanita yang disebut-sebut sebagai dokter kecantikan asal Singapura ini ditangkap atas dugaan tindak pidana malpraktik. Ia ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah ini. Dilaporkan ada enam orang yang sudah menjadi korbannya.

Berdasarkan data dari KTP-nya, wanita ini ternyata warga Kota Parepare yang lahir di Enrekang.
Kasus ini terbongkar setelah korban melapor ke polisis. Polisin pun bergerak dan menangkap tersangka di hotel.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka memasang tarif mulai Rp5 juta sampai Rp13 juta. .
Dalam menjalankan aksinya, Emha tak sendirian. Ia dibantu seorang pemilik salon bernama Rini. Wanita inilah yang mempromosikan sekaligus mencari pelanggan.
Pelaku dokter gadungan ini dikenakan Pasal 77 dan 78 Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang kedokteran dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top