BNPB Rilis Wilayah Potensi Tsunami. Di Bone Ada Delapan Kecamatan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

BNPB Rilis Wilayah Potensi Tsunami. Di Bone Ada Delapan Kecamatan

ilustrasi

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE, RB–Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis daftar desa di tanah air yang berpotensi trsunami dengan tingkat bahaya sedang dan tinggi. Kabupaten Bone termasuk salah satu di dalamnya.

Berdasarkan list desa kelas bahaya sedang dan tinggi tsunami yang dikeluarkan Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapgaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, terungkap ada delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Bone yang berpotensi dilanda tsunami. Ke-8 kecamatan tersebut masuk dalam kelas sedang. Potensi tsunami ini hanya berada di sebagian desa dari delapan kecamatan tersebut.

Misalnya Kecamatan Awangpone, potensi tsunami berada di Desa Carigading dan Kajuara. Kemudian Kecamatan Cenrana berada di Desa Laoni, Labotto dan Pusunge. Di Kecamatan Mare, hanya satu desa, yakni Desa Mario. Selanjutnya Salomekko di Desa Manera. Di Kecamatan Sibulue, tsunami berpotensi terjadi di Desa Pasaka, Bulie, Mabbiring dan Malluse Tasi. Di Kecamatan Tanete Riattang Timur berada di Kelurahan Lonrae dan Pallette. Tellu Siattinge juga masuk rawan tsunami di Desa Mattoanging dan Lamuru. Selanjutnya di Kecamatan Tonra, terletak di Desa Ujunge, Bulu-bulu, Pada tuo dan Samaenre.

Pihak Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 15 Januari kemarin, menyatakan telah menerima data serupa dari BNPB.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bone, Misriaty Kadir mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi dengan sosialisasi di sekolah-sekolah pada akhir 2018 lalu. “Ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman dini kepada anak-anak sekolah mengenai bahaya bencana dan tindakan penyelamatan diri khususnya,” kata Misriaty.

Tak hanya itu, kata Misriaty, pihaknya juga telah mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi bencana.
“Kami juga sudah memasang rambu-rambu bencana di wilayah Kabupaten Bone sesuai dengan karakteristik daerah,” papar Misriaty.

Diakui Misriaty, Kabupaten Bone masuk wilayah berpotensi tsunami karena adanya patahan di bawah tanah. “Kecamatan yang dimaksud harus waspada karena di daerah ini menurut para ahli ada caesar (patahan) di bawah tanah,” jelasnya,”

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga memprediksi terjadi bencana yang cukup besar di tahun 2019. BNPB memperkirakan ada 2.500 peristiwa bencana akan terjadi sepanjang tahun ini. Bencana alam ini akan didominasi bencana hidrometerologi. Angkanya sekira 95 persen dari seluruh bencana.

“Kita prediksikan selama tahun 2019 lebih dari 2.500 kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Paling dominan adalah bencana hidrometerologi seperti banjir, longsor dan puting beliung,” kata Sutopo saat seperti dilansir Okezone, Rabu, 2 Januari lalu.

Diungkap Sutupo, bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. Ini disebabkan luasnya kerusakan daerah aliran sungai (DAS) dan lahan kritis. Selain itu, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan dan perubahan penggunaan lahan.

Lanjut Sutopo rata-rata laju perubahan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian sebesar 110 ribu hektare terjadi per tahunnya. Sedangkan luas lahan kritis sekitar 14 juta hektare.
“Banjir dan longsor masih akan banyak terjadi di daerah-daerah yang rawan banjir dan rawan longsor sesuai dengan peta rawan banjir dan longsor. Kemudian, kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi tetapi dapat diatasi dengan lebih baik,” terangnya.

Adapun untuk prediksi musim di tahun 2019, diakui Sutupo masih akan normal. Menurutnya, tidak ada El Nino dan La Nina yang menguat intensitasnya, sehingga musim penghujan dan kemarau masih bersifat normal.
“Prediksi selama 2019 musim akan normal, tidak ada El Nino dan La Nina yang menguat intensitasnya,” tukasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top