Bola Panas Kasus E-KTP – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bola Panas Kasus E-KTP

JAKARTA, RB–Bola panas kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) terus bergulir. Sejumlah tokoh besar seperti anggota DPR, pejabat maupun mantan pejabat negara, hingga para politisi ikut terseret dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 Triliun itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus e-KTP.

“Setiap kasus korupsi harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Tidak boleh tebang pilih. Korupsi merajalela rakyat sengsara,” kata Said dalam siaran persnya.

Iqbal menilai, apa yang dilakukan mereka telah menyakiti masyarakat, tak terkecuali kaum buruh yang menjadi salah satu pihak penyokong pajak di Indonesia.

“Nama-nama yang terlibat harus mulai diperiksa dan dilakukan penyelidikan. Bukan sekedar dipanggil sebagai saksi, akibat uang negara yang dikorupsi itu mengakibatkan buruh tidak bisa mendapatkan tingkat kesejahteraan yang optimal,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, dengan uang sebesar itu, pemerintah harusnya bisa memberikan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang lebih baik untuk rakyatnya. Bukan kemudian uang tersebut masuk ke kocek pribadi pihak yang berkuasa.

“Oleh karena itu, KPK harus bertindak tegas dengan menyita kekayaan mereka dan mengembalikannya kepada negara,” tandasnya.

Lebih jauh Iqbal menyatakan,  organisasinya mendukung penuh KPK untuk menyeret semua nama elit politik dan mantan pejabat yang diduga terlibat di kasus korupsi e-KTP. Tak hanya memeriksa, Ia juga mendesak KPK segera menetapkan mereka sebagai tersangka bila ada bukti kuat.

Sebelumnya, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (9/3/2017) lalu, pada surat dakwaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun 2011-2012 terungkap pengaturan anggaran oleh pejabat Kementerian Dalam Negeri yang menjadi terdakwa dalam kasus itu, yaitu Irman dan Sugiharto bersama sejumlah anggota DPR.

To Top