Bone Dikepung Banjir – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Bone Dikepung Banjir

Salahsatu rumah di Kelurahan Tibojong terendam air, Minggu 14 Mei.

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

 

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE — Hujan deras mengguyur Kota Watampone dan sekitarnya mulai Sabtu hingga Minggu 13-14 Mei 2017 menyebabkan sejumlah titik di dalam Kota Watampone tergenang air.

Banjir terparah dikabarkan terjadi di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tinggi air mencapai dada orang dewasa.


Selain itu sejumlah rumah warga juga terendam di Jl Lappawawoi Karaeng Sigeri, Watampone. Tinggi air yang mulai memasuki rumah warga ini mencapai lutut orang dewasa.

Seorang warga, H Nashar mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan banjir dan air memasuki rumah warga.

“Ini merupakan banjir terparah yang pernah terjadi,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan, Farhan warga BTN Pabrik Watampone.

“Air masuk ke dalam rumah, ini ketiga kalinya banjir, setiap hujan deras,” katanya.

Sementara banjir yang terjadi di Lingkungan Lappobatue, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur diduga akibat drainase buruk.

Salah seorang warga Labbobatue, Juma mengaku kecewa dengan pembangunan drainase yang tidak memikirkan debitnya air di musim hujan.

“Seharusnya, sebelum pembangunan drainase dilakukan, pihak pemerintah harus memperhatikan jumlah debit air di musim hujan. Kalau begini jadinya, kita warga disini yang dikorbankan,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Hasima. Akibat dari sempitnya saluran drainase, rumah yang ditempatinya hampir saja di masuki air.

“Untuk pondasi rumah saya tinggi, kalau tidak pasti saya dibikin repot. Bayangkan saja sisa 5 Cm saja besarnya air meluber pasti rumah saya sudah dimasuki air,” ujarnya.

Warga lain, Ayu mengaku bukan cuma kali ini daerah Lappobatue tergenang banjir. Setiap musim hujan, tempat tinggal kami selalu menjadi langganan banjir.

“Saya berharap pemerintah sigap dalam menyikapi persoalan seperti ini. Kasian kami warga di sini selalu jadi korban banjir saat hujan deras turun,” pintanya

Sejumlah titik yang tergenang banjir seperti, Jl Ahmad Yani, Eks Pasar Sentral, Jl Agussalim, Sukawati, Lappawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Panyula, BTN Pabrik, Kelurahan Tibojong dan Kelurahan Bajoe, serta sekolah dan Mapolsek di Kecamatan Kajuara.

Banjir ini langsung direspon Basarnas Kabupaten Bone. Meski belum ada jatuh korban jiwa, tim yang dipimpin langsung, Kepala Basaranas Bone, Andi Sultan terjun memantau titik yang menjadi pusat banjir.

Click to comment
To Top