Bone Lokomotif Ekonomi Pertanian – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Bone Lokomotif Ekonomi Pertanian

Fahsar Dinobatkan Bupati Inovatif

WATAMPONE, RB–Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi kembali meraih penghargaan berskala nasional. Kali ini, dia dinobatkan menjadi bupati inovatif 2016 kategori ekonomi pertanian, bersama 34 gubernur, bupati dan walikota lainnya di Hotel InterContinental, Jl Resor Dago Pakar Raya, Bandung, Kamis 11 Agustus kemarin.

Hanya dua bupati di Sulsel yang mendapat penobatan tersebut. Selain Fahsar juga ada Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng yang ikut mendapat penobatan bupati inovatif dengan kategori yang sama. Kemudian di tingkat provinsi, Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo dinobatkan sebagai gubernur inovatif kategori tata kelola pemerintahan. 35 gubernur, bupati dan walikota yang memperoleh penghargaan tersebut dinyatakan sebagai kepala daerah lokomotif perubahan 2016.

Penobatan ini diberikan atas keberhasilan Fahsar bidang pertanian, dimana hasil produksi pertani di daerah ini meningkat dua kali lipat. Ini tidak terlepas dari peran orang nomor satu di Bone tersebut dalam ‘merombak’ pola pikir petani dari sistem tanam hambur ke pola tanam pindah. Hal ini diakui

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Bone, Ir Sunardi Nurdin saat dihubungi RADAR BONE, Kamis 11 Agustus kemarin. “Penghargaan sebaga bupati inovatif diberikan terkait dengan bidang pertanian, terutama atas keberhasilan beliau yang mempu merubah pola pikir petani dari hambur langsung selama berpuluh-puluh tahun berubah menjadi tanam pindah dengan produksi rata-rata dari 4-5 ton menjadi 7-8 per hektar,” jelas Sunardi seraya menegaskan perubahan pola tanam ini hanya dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Karenanya, bupati, kata Sunardi sangat pantas untuk dinobatkan sebagai bupati inovatif.
“Sangat inovatif, dimana 80% petani awalnya menganut sistem hambur langsung, namun hanya dalam waktu dua tahun, tersisa 2,5 persen saja yang bertahan dengan pola itu. Yang lainnya sudah pindah ke pola tanam pindah,” bebernya.
Upaya mengubah pola pikir petani, kata dia cukup memberikan pengaruh terhadap pencapaian program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Karena pola tanam pindah berdampak positif dalam peningkatan produksi, baik secara kuantitas maupun kualitas.

“Pola tanam pindah cukup membantu petani. Salain biayanya murah, pemakaian bibit dan pupuk juga lebih hemat dibanding hambur langsung. Kemudian produksi juga meningkat dan berkualitas,” urainya.
Sunardi membeberkan, untuk pemakaian bibit misalnya, jika sebelumnya sistem hambur langsung menyerap bibit berkisar 60-70 kg per hektar. Maka, dengan pola tanam pindah penggunaan bibit menjadi berkurang menjadi hanya sekira 25 kg per hektar. Demikian pula dengan penggunaan pupuk, juga terjadi penurunan konsumsi pupuk hampir dua kali lipat. Pada sistem hambur langsung bisa menghabiskan 7-8 zak pupuk per hektar. Namun setelah beralih ke pola tanam pindah, penggunaan pupuk berkurang menjadi 4-5 zak saja dalam perhektarnya.

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin sebelum bertolak ke Bandung, mengharapkan doa masyarakat Bone agar diberi keselamatan dalam perjalanan.  “Mohon doanya semua,masyarakat Bone tercinta. Saya sedang dalam perjalanan ke Jakarta dan selanjutnya menuju Bandung hari ini (Kamis). Kabupaten Bone akan menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2016. Kepala Daerah Lokomotif Perubahan 2016, di Hotel Interconental Dago Pakar Bandung yang akan diserahkan Menteri Dalam Negeri, Bapak Cahyo Kumolo,” jelas Fahsar dalam statusnya yang diunggah akun facebook miliknya, Kamis 11 Agustus kemarin sekira pukul 13.00 Wita.

*ASKAR SYAM

To Top