Bone Peringkat Ketujuh Stunting di Sulsel – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bone Peringkat Ketujuh Stunting di Sulsel

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE, Kabupaten Bone salah satu kabupaten/kota di Sulsel terbanyak stuntingnya. Bahkan Bone menempati posisi ketujuh terbanyak mengalami kekerdilan. Salah satu penyebab stunting ini adalah gizi anak yang kurang memadai.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone Provinsi Sulsel menggelar rapat koordinasi lintas sektor percepatan pencegahan stunting 2019 bertempat di Aula Bappeda, Selasa, 22 Januari 2019.

Wakil Bupati Bone Drs H Ambo Dalle MM mengatakan stunting sangat erat kaitannya dengan gizi buruk. Untuk itu, melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat melahirkan program strategis untuk mengurangi kekerdilan di Kabupaten Bone. Lanjut Ambo Dalle bahwa sudah banyak program yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi stunting. Salah satunya melaksanakan gerakan masyarakat peduli gizi dengan membentuk pokja sehat di tingkat desa.  “Di sini terdapat 772 pokja sehat yang bertugas melaksanakan sosialisasi dan promosi kesehatan perilaku hidup sehat dan bersih,” ujarnya.

Di sektor kesehatan untuk mengatasi stunting, kata Ambo Dalle telah dilaksanakan peningkatan cakupan OdF. “Kita target bulan Oktober, Bone sudah OdF,” katanya. “Di sektor pendidikan telah dibentuk Taman Paditungka. Melalui lembaga PAUD ini, ibu hamil maupun anak usia 0-6 tahun selain mendapat pembinaan pendidikan, juga diberikan layanan kesehatan untuk peningkatan gizi,” tambahnya.

Tidak sampai disitu saja, pemerintah daerah juga menyerukan program ketahanan pangan dengan cara menanam sayur di lingkungan rumah untuk kebutuhan gizi dalam lingkup rumah tangga. Selanjutnya program gerakan sayang ibu, gerakan peduli indo dan anakta. “Tujuan dari program ini supaya tidak ada lagi ibu atau anak yang mati pada saat proses kelahiran,” tuturnya.

“Dengan digelarnya rakor ini, saya berharap ada tim khusus nantinya dibentuk pemerintah dalam menyelesaikan persoalan stunting. Untuk itu dibutuhkan data potensi gizi buruk supaya bisa kita lakukan interpensi secepatnya,” paparnya.

Kepala Bappeda Kab. Bone Drs H Abu Bakar mengatakan tujuan dari kegiatan rakor lintas sektor ini untuk membangun komitmen kepada seluruh pemangku agar melahirkan strategis terbaik dalam rangka percepatan pencegahan stunting. Apalagi Bone peringat ke-7 terbanyak stunting di Sulsel. “Data tahun 2017 140 anak mengalami stunting,” bebernya.

Untuk tahun ini Kabupaten Bone menjadi sasaran penuntasan stunting. “Kita mendapat anggaran melalui APBN sebesar Rp750 juta dengan wilayah sasaran 10 desa dari 8 kecamatan dan ini ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan,” terangnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top