Bone Siaga Darurat Bencana – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bone Siaga Darurat Bencana

Banjir yang merendam jalur poros Bone-Wajo, tepatnya di Kelurahan Pompanua, Kecamatan Ajangale, Rabu, 21 Juni kemarin.

Ketinggian Air di Bone Utara Capai 1 Meter

PENULIS : ASKAR SYAM – ARDI BIN WARIS

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Banjir melanda sejumlah wilayah di daerah ini. Di wilayahBone Utara, ketinggian air mencapai satu meter. Warga pun bersiaga menghadapi banjir bandang yang kerap terjadi di daerah ini.

Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam tiga hari terakhir membuat, sejumlah wilayah di Bone tergenang.
Di Bone Utara misalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE, banjir melanda di lima kecamatan. Mulai dari Kecamatan Ajangale. Sedikitnya empat desa tenggelam, yakni Welado, Manciri, Lebbae dan Pompanua.

Di Kelurahan Pompanua, selain puluhan rumah terendam, kantor lurah, kantor camat, kantor koramil dan puskesmas tergenang, Rabu, 21 Juni kemarin. Hujan yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi membuat Sungai Walanae meluap. Banjir tak hanya merendam rumah dan kantor milik pemerintah, ruas jalan poros Bone-Wajo, tepatnya di depan Lapangan Merdeka Ajangale tak luput dari genangan air. Akibatnya kemacetan tak terhindarkan.

Lurah Pompanua, Hj Syahriani mengatakan hampir sebagian besar lingkungan di Kelurahan Pompanua dilanda banjir.”Ketinggian air yang paling parah di Kantor Koramil Ajangale mencapai 1 meter, sedangkan pemukiman warga kurang lebih setinggi betis orang dewasa,”ungkap Syahriani saat dihubungi RADAR BONE, Rabu, 21 Juni kemarin.

Lanjut Syahriani saat ini warga berusaha mengevakuasi harta benda ke tempat yang lebih tinggi.”Jika hujan tetap terjadi pada malam hari nanti (Rabu malam), maka air akan terus naik. Karenanya kita siaga di sini,” kata Syahriani.
Wilayah yang cukup parah dilanda banjir adalah Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale. Banjir bahkan memutus akses menuju Desa Manciri, setelah jembatan penghubung dua desa tersebut amblas.

Tokoh masyarakat setempat, A Harianto mengatakan, sebagian besar wilayah Kecamatan Ajangale terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.

“Khusus di Desa Lebbae, banjir serta jembatan amblas mengakibatkan jalan terputus. Akses menuju Dusun Ajangmattekko lumpuh total,” ungkap Harianto kepada RADAR BONE, Rabu 21 Juni kemarin.

Mantan Sekretaris Komisi III DPRD Bone itu juga menyebutkan, hampir sebagian besar wilayah di sepanjang aliran sungai Walannae, tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

“Soal terputusnya jalur transportasi di Desa Lebbae, sudah saya sampaikan ke dinas terkait. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” bebernya. Desa lain yang ikut tenggelam adalah Kampoti, Kecamatan Dua Boccoe. Kolong rumah warga digenangi air setinggi 1 meter.

Imam Desa Kampoti, Abd Thalib mengatakan motor milik warga yang disimpan di kolong rumah, terpaksa diangkut ke tempat yang lebih tinggi karena terendam air. “Ketinggian air yang ada di bawah rumah warga mencapai satu meter,” jelas Thalib.

Thalib juga mengakui genangan air yang sampai ke jalan membuat buaya penghuni sungai naik ke jalan. “Pekan lalu, saya sempat melihat seekor buaya di pinggir jalan. Tapi untungnya tidak mengganggu warga. Makanya, kita harus berhati-hati dengan banjir ini,” ungkap Thalib.

Sementara itu banjir di Desa Kading, Kecamatan Awangpone membuat warga naik perahu dalam melakukan aktivitas. Selain jalan tertutup air, rumah warga juga ikut terendam.

Banjir hebat juga melanda Lingkungan Barang, Kelurahan Maccope, Kecamatan Awangpone. Seorang warga setempat bernama Rahim hanyut di sungai setempat yang meluap. Rahim diperkirakan hanyut Rabu, 21 Juni kemarin sekira pukul 05.30 Wita. Hingga sore kemarin, Tim SAR masih melakukan pencarian dengan menyusuri sungai yang tembus ke Cabalu itu.

Sesungguhnya tak hanya wilayah Bone Utara yang dilanda banjir. Wilayah Kecamatan Kajuara yang berada di wilayah Bone Selatan juga tak luput dari banjir. Bahkan di Desa Tana Tengnga, Kecamatan Palakka, sebuah jembatan amblas diterjang banjir.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone sudah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana sejak Mei lalu, dan akan diberlakukan hingga Agustus mendatang.
Kepala BPBD Kabupaten Bone, H Bahar Kadir mengatakan di wilayah Bone Utara, semua kecamatan beresiko banjir. Itu karena banjir yang dari hulu bermuara di Teluk Bone, sehingga wilayah utara tak luput dari banjir kiriman.

Sebagai bentuk kesiagaan BPBD mendirikan posko siaga bencana pada daerah rawan bencana, termasuk di wilayah Bone Utara. “Kami sudah susun rencana kontigensi manakala terjadi hal yang tidak diinginkan dengan menentukan titik evakuasi,” kata Bahar.

Bahar pun meminta pemerintah setempat untuk selalu waspada akan bencana banjir. “Tim reaksi cepat kami siagakan 24 jam di posko siaga bencana yang sudah terbentuk,” jelasnya.

*

Click to comment
To Top