Bone Tersandung Hutan Kota – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bone Tersandung Hutan Kota

Lagi, Gagal Raih Adipura

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemerintah Kabupaten Bone kembali gagal memboyong piala Adipura ke Bumi Arung Palakka.

Dari daftar kabupaten/kota peraih penghargaan Adipura tahun 2017 yang telah diumumkan, hanya enam daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil meraih lambang supremasi tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kebersihan itu. Keenam daerah yang berhasil meraih adipura, yakni Kota Makassar untuk kategori Metropolitan. Kemudian lima daerah lainnya, Maros, Bantaeng, Wajo, Sidrap dan Pinrang untuk kategori kota sedang. Di wilayah Bosowasi, hanya Wajo yang berhasil meraih Adipura. Wajo mampu bangkit dari kegagalan tahun lalu. Sedangkan Bone, Soppeng dan Sinjai kembali gagal seperti 2016 lalu.

Penyerahan penghargaan Adipura akan dirangkaikan dengan penyerahan Kalpataru dan Adiwiyata 2017 pada 2 Agustus mendatang di Jakarta. Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Kabid Pengolahan Sampah Limbah Berbahaya Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, A Padauleng mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan gagalnya daerah ini meraih Adipura, yakni minimnya hutan kota.

“Jadi memang saat penilaian, Kabupaten Bone nilainya sangat rendah. Karena dalam penilaian adipura itu bukan hanya kebersihan yang dinilai tapi bagaimana dengan pengolahan sampahnya,” ungkapnya.

Selain itu, kata Padauleng saat ini hutan kota di Bone sangat memprihatinkan akibat banyaknya pohon pelindung yang sengaja dimatikan oknum tak bertanggungjawab.

“Kendala utamanya gagal meraih piala Adipura, yakni terkait dengan penghijauan karena itu salah satu penilaian utama, namun realita sekarang pohon yang sudah ditanam sebagai hutan kota kan sudah banyak yang ditebang, malah ada yang kupas kulitnya sehingga mati,” jelasnya.

Ditambahkan Padauleng sesunggungnya sudah dilakukan penanaman ulang, namun karena pohon lambat pertumbuhannya, sehingga belum kelihatan hasilnya.

“Saat ini memang kami sudah melakukan lagi penaman, namun saya juga tidak bisa simsalabim langsung tumbuh dan besar, karena itu juga perlu waktu pertumbuhan, saya rasa itu salah satu faktornya sehingga kami gagal lagi mendapatkan Adipura,” pungkasnya.

*

To Top