Bone Utara Siaga Banjir – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bone Utara Siaga Banjir

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Warga di wilayah Bone Utara mulai dilanda rasa cemas akan datangnya bencana banjir. Saat ini, air sudah menggenangi kawasan permukiman. Mereka pun bersiaga menghadapi banjir besar yang hampir setiap tahun melanda.

Tingginya curah hujan di Kabupaten Bone sejak beberapa pekan terakhir, menyebabkan sejumlah wilayah di Bumi Arung Palakka terendam banjir.

Wilayah terparah, berada di Bone Utara. Hampir sebagian besar kecamatan di wilayah Bone Utara tergenang, kecuali Kecamatan Awangpone.
Titik rawan banjir berada di Desa Lea Kecamatan Tellu Siattinge, sebagian besar desa di Kecamatan Cenrana. Kemudian Desa Tocina, Kampoti, Pakkasalo, Uloe, Tawaroe dan Solo Kecamatan Dua Boccoe dan Welado serta Pompanua di Kecamatan Ajangale.

Bahkan di Desa Tawaroe dan Solo, lahan pertanian milik warga yang siap panen ikut terendam. Warga terpaksa menggunakan perahu untuk memanen padinya. Salah seorang warga Tawaroe, Marina mengaku, air sudah menggenangi sebagian pemukiman warga.

“Air sudah masuk di kolong rumah. Tentu kami resah, karena sewaktu-waktu air bah bisa datang tanpa kita sangka,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Jumat 2 Juni kemarin.

Senada diungkapkan warga Desa Solo, Irfan. Dia berharap ada upaya antisipasi dari dinas terkait. Termasuk memantau ketinggian air Sungai Walannae. “Biar tidak hujan di sini (Solo) tapi kalau hujan di Sengkang, air tetap naik. Maka dari itu, koordinasi antara Pemkab Bone dan Wajo sangat diperlukan. Harus ada peringatan dini, ketika ketinggian air di Wajo dalam status darurat,” pungkasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone, H Bahar Kadir mengatakan di wilayah Bone Utara, semua kecamatan beresiko banjir. Itu karena banjir yang dari hulu bermuara di Teluk Bone, sehingga wilayah utara tak luput dari banjir kiriman.

Karenanya, Bahar menyatakan pihaknya sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana sejak Mei lalu, dan akan diberlakukan hingga Agustus mendatang. Kesiagaan ini diikuti dengan pendirian posko siaga bencana pada daerah rawan bencana, termasuk di wilayah Bone Utara.

“Kami sudah susun rencana kontigensi manakala terjadi hal yang tidak diinginkan dengan menentukan titik evakuasi,” kata Bahar. Mantan Kabag Humas Setda Bone di era pemerintahan, HA Muhammad Amir itu menambahkan pihaknya mengimbau kecamatan rawan bencana agar selalu waspada. “Tim reaksi cepat kami siagakan 24 jam di posko siaga bencana yang sudah terbentuk,” jelasnya. Diakui Bahar erupsi bisa terjadi dari bantaran sungai, meski sudah ada rabat beton.

*

Click to comment
To Top