BPJS Kesehatan-BPJS Ketenagakerjaan Bertekad Perkuat Sosialisasi Bersama – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

BPJS Kesehatan-BPJS Ketenagakerjaan Bertekad Perkuat Sosialisasi Bersama

Pps Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, St Umrah Nurdin, ST, MM saat membuka kegiatan sosialisasi dan koordinasi, yang dilaksanakan BPJS Kesehatan Cabang Watampone, kemarin.

PENULIS : USMAN SOMMENG

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Tak bisa dipungkiri BPJS Kesehatan jauh lebih dikenal masyarakat dibanding dengan BPJS Ketenagakerjaan. Karenanya saat menyebut BPJS, ingatan publik akan tertuju kepada BPJS Kesehataan. Padahal dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan, dua institusi ini dibentuk pemerintah sebagai penyelenggara.

BPJS Kesehatan Cabang Watampone tak pernah berhenti bersosialisasi. Kali ini, BPJS Kesehatan menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan pelayanan kesehatan bertajuk ‘Sosialisasi Petunjuk Teknis Koordinasi Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kesehatan Bersama BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan Bone’.

Dalam sosialisasi ini, BPJS Kesehatan Cabang Watampone mengundang seluruh pimpinan rumah sakit, pimpinan klinik yang ada di wilayah Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai (Bosowasi). Tak ketinggalan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, puskesmas, Jasa Raharja dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan ikut hadir.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan dalam pertemuan ini tak menampik kurang familiarnya BPJS Ketenagakerjaan di tengah masyarakat. “Kami mengakui, bahwa BPJS Ketenagakerjaan belum terlalu dikenal di masyarakat. Makanya ke depan kita akan lebih banyak sosialisasi bersama BPJS Kesehatan,” ungkap A Syamsu Rijal, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bone saat memberi sambutan.

Belum meluasnya jaringan BPJS Ketenagakerjaan juga ditandai dari fasilitas kesehatan yang diajak kerjasama. Untuk BPJS Kesehatan, sedikitnya ada 12 faskes, diantaranya RSUD Tenriawaru, RS TNI M Yasin, RS Hapsah, RSU Pancaitana, RSUD Siwa, RSUD Lamadukelleng, RSUD Latemmamala, RSUD Sinjai, Klinik Mata Mitra Sengkang, Klinik Ayu Medika serta Rumah Bersalin I dan II. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan, baru empat faskes, yakni RS TNI M Yasin, RSUD Lamadukelleng, RSUD Latemmamala dan RSUD Sinjai.

Sementara itu, Pps Kepala BPJS Kesehatan Cabang Watampone, St Umrah Nurdin, ST, MM menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan bentuk koordinasi pertama yang dilakukan bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kerjasama ini, kata Umrah, banyak hal yang akan dilakukan secara bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan, diantaranya terkait pengajuan klaim, peningkatan perluasan fasilitas kesehatan dan pelaksaanan sosialisasi dan evaluasi bersama.

“Kalau tahun kemarin, kegiatan sosialisasi bersama mungkin masih agak jarang dilakukan secara bersama-sama. Kalau kami di BPJS kesehatan sejatinya memang ada tugas yang melaksanakan sosialisasi baik perluasan peserta, baik informasi tentang hak dan kewajiban peserta, baik pelayanan peserta dan fasilitas kesehatan.

Nah, mungkin mulai bulan depan atau setelah kegiatan ini kita akan turun bersama untuk pemberian sosialisasi, baik itu di fasilitas kesehatan maupun kepada peserta kita yang ada di penjuru kantor cabang,” kata Umrah sesaat sebelum membuka kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut.

Umrah menambahkan terkait kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebagai upaya untuk menyamakan persepsi.

“Intinya di sini kita akan menyamakan persepsi, koordinasi pelayanan kesehatan dan juga menjamin dan memastikan bahwa kita akan melayani dengan baik. Sehingga nantinya tidak ada keluhan di fasilitas kesehatan, bahwa siapa penjaminnya dan lain-lainnya,” tambahnya.

Untuk memberi pencerahan kepada peserta, pihak BPJS Kesehatan Cabang Watampone menghadirkan tiga narasumber, yakni dr Sulfikar Andi Goesli, MM (Wakil Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Cabang Watampone) yang membawakan materi ‘Pengembangan Pelayanan Kesehatan yang Berorientasi kepada Kendali Mutu dan Kendali Biaya’.

Kemudian narasumber kedua, Yusri, S.si, Apt (Case Manager BPJS Ketenagaankerjaan Kantor Cabang Makassar) mengantarkan materi ‘Petunjuk Teknis PKS dari BPJS Kesehatan. Kemudian narasumber ketiga adalah dr Zulkarnaen Husain, AAAK (Kepala Bidang Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Watampone) memaparkan materi terkait PKS dari BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan ini, Zulkarnaen menyinggung soal Perpres Nomor 19 Tahun 2016, pasal 25 ayat I.
“BPJS Kesehatan tidak menjamin biaya pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja dan PAK,” tuturnya seraya mengungkapkan koordinasi dengan institusi penjamin KK dan PAK, yaitu PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan dan ASABRI.

Diakhir acara diisi dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias para peserta yang berasal dari pengelola rumah sakit, klinik dan puskesmas di wilayah Bosowasi.

(*)

Click to comment
To Top