Bupati Apresiasi Ranperda Inisiasi Penyandang Disabilitas – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bupati Apresiasi Ranperda Inisiasi Penyandang Disabilitas

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi didampingi Asisten I Setda Bone, Drs Muh Yamin Tahir, MSi menerima konsep ranperda yang mengatur hak-hak penyandang disabilitas dari pengurus PPDI Bone di rujab bupati, Kamis 2 Juni kemarin.
PPDI Bone Serahkan Konsep Ranperda Ke Pemkab

WATAMPONE, RB—Penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Pe-nyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone me-lakukan audiens dengan Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi di rujab bupati, Kamis 2 Juni kemarin sekira pukul 08.00 Wita.
Tujuh perwakilan disabilitas yang dipimpin Ketua PPDI Bone, A Takdir sekaligus menyerahkan konsep rancangan peraturan daerah yang akan melindungi hak-hak pe-nyandang disabilitas.
Ketua PPDI Bone, A Takdir mengungkapkan jumlah penyandang disabilitas yang terdata di Bone mencapai 6.383 orang. Sebanyak 200-an diantaranya berdomisili di wilayah kota. Di hadapan bupati, Takdir mengungkapkan. Sejauh kesulitan paling dirasakan oleh penyandang disabilitas, kata Takdir adalah keberlangsungan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan di instansi swasta maupun pemerintah karena keterbatasan fisik yang dimiliki. “Kami selalu terbentur dengan syarat sehat jasmani dan rohani. Makanya, kami berharap rancangan perda yang kami ajukan bisa disahkan menjadi perda untuk melindungi hak-hak kami penyandang disabilitas di Bone,” jelas Takdir.
Lebih jauh Takdir mengungkapkan, sejauh ini penyandang disabilitas di Bone hidup mandiri dengan membuat kerajinan. Bahkan, Desa Mallari Kecamatan Awang dijadikan sebagai desa percontohan tentang kemandirian penyandang disabilitas. Di desa itu juga didirikan sekolah.
Takdir mengakui sesungguhnya banyak pihak yang menawarkan jasa untuk mendampingi dalam pe-ngajuan ranperda penyandang disabilitas tersebut. Namun tawaran dari berbagai elemen itu ditolak, dengan komitmen penyandang disabilitas harus bangkit tanpa menggantungkan hidup bagi orang lain.
“Bahkan ada kegiatan pe-ngumpulan koin yang dilakukan sekelompok orang di Makassar untuk membantu biaya denda melahirkan isteri Suwardi beberapa waktu lalu. Tapi kami tolak, karena persoalan tersebut sudah kami anggap selesai. Dan kami tidak ingin dikasihani,” jelas Takdir dan diamini perwakilan disabilitas lainnya.
Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi meng-apresiasi usulan konsep ranperda yang diajukan PPDI Bone. Fahsar mengatakan konsep ranperda tersebut akan dipelajari. Orang nomor satu Pemkab Bone ini belum bisa memutuskan, apakah nantinya akan diwujudkan dalam bentuk perda, atau dalam bentuk regulasi yang lain, misalnya keputusan bupati atau peraturan bupati.
“Ini butuh waktu untuk kita kaji. Nanti juga kami bandingkan dengan perda yang sama di daerah lain. Yang jelas, pemerintah daerah sangat meng-apreasi inisiatif dari teman-teman penyandang disabilitas,” kata Fahsar.
Lebih jauh Fahsar mendorong penyandang disabilitas yang tergabung di PPDI Bone untuk mandiri tanpa mengharapkan belas kasihan orang lain. Fahsar berharap kerajinan yang ditekuni saat ini diteruskan.
“Jangan gunakan hibah. Jangan mau dikasihani. Gunakan otak yang kita miliki. Bikin karya-karya dari kemampuan yang dimiliki,” support Fahsar seraya mencontohkan kehidupan seorang penyandang disabilitas di Jepang.

usman sommeng

To Top