Bupati Bone Kutuk Aksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Libureng – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bupati Bone Kutuk Aksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Libureng

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi saat membesuk Nur Asqin Binti Syahrul, korban selamat dalam aksi pembunuhan dan pembakaran rumah di Desa Mattirobulu, Libureng.

PENULIS : ARDI BIN WARIS – HERMAN

WATAMPONE, RB—Kasus pembunuhan ibu dan anak di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng menyita perhatian bupati. Orang nomor satu di Bumi Palakka ini mengutuk keras sekaligus mendesak pelaku dihukum seberat-beratnya.  Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi menyempatkan diri menjenguk Nur Asqin Binti Syahrul (9) yang masih dirawat di Puskesmas Camming, Senin 24 Oktober lalu.

Fahsar menyatakan sangat prihatin atas kasus yang me-nimpa bocah tersebut. Di usia yang sangat belia, dia harus kehilangan sosok ibu dengan cara tragis.

“Sungguh kepedihan sangat mendalam, melihat begitu mudahnya sebagian orang melakukan hal yang sangat terkutuk seperti ini.
Pada usia sembilan tahun, dia sudah harus kehilangan ibu dan adiknya dengan cara yang sangat sadis,” ungkap Fahsar melalui akun facebook miliknya, Selasa 25 Oktober kemarin.

Karenanya Fahsar mengutuk keras aksi biadab tersebut sekaligus meminta pelaku diberi hukuman yang berat. “Saya sangat mengutuk aksi pembunuhan dan perampokan ini. Dan saya harap pelaku harus dihukum jauh lebih berat,” desak Fahsar.

Ketua DPD Golkar Bone yang baru saja sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Sulsel di Bumi Arung Palakka itu pun tak lupa mengirimkan doa untuk dua korban dari kasus pembunuhan dan perampokan yang berujung pembakaran rumah tersebut, yakni Harnisa Binti Sukardi (39) yang tak lain adalah ibunda Nur Asqin dan Nur Sifiqah Binti Syahrul, adiknya yang masih berusia empat tahun.

“Terasa air mata ini tak terbendung, semoga Almarhumah dan anaknya yang masih kecil mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhannya,” kunci Fahsar.

Pihak Kepolisian Resort Bone sendiri telah mengenakan pasal berlapis kepada pelaku, Jumardi (25), yakni pembunuhan berencana dan pengrusakan. Atas perbuatannya tersebut, pria beristri ini terancam hukuman mati.

Hal ini ditegaskan Kapolres Bone, AKBP Raspani SIK yang dikonfirmasi RADAR BONE, Senin 24 Oktober lalu. .
Menurut dia, pelaku dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kemudian pasal 406 KUHP tentang pengrusakan, serta Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup.

“Pelaku disangkakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati,” tegasnya.
Sementara itu, sejak kasus ini terungkap kedua orangtua Jumardi telah meninggalkan Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng. Selain tak bisa menahan malu atas perbuatan anaknya, Bading dan istrinya juga terancam karena massa sempat marah dan berencana mengepung TKP pasca kejadian.

“Mungkin mereka takut dan malu atas kelakuan anaknya tersebut, sehingga mereka menghilang dari desa ini. Tapi saya tetap akan mencari kemana keberadaan kedua orang tua Jumardi ini dan mengajak mereka untuk pulang,” tutur Jading, Kepala Desa Mattiro Bulu saat dihubungi RADAR BONE, Senin 24 Oktober lalu.

Pasca kejadian, kata Jading warga sempat emosi, namun dia bergerak cepat meredam amarah warga.
“Saya sudah sampaikan kepada warga jangan melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri. Serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujarnya.

*ASKAR SYAM

To Top