Bus AKAP Over Muatan, Dishub Tak Berkutik – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bus AKAP Over Muatan, Dishub Tak Berkutik

Aktivitas bongkar muatan truk saat melintas di terowongan batu, Sumpalabu, Februari lalu. Truk yang over muatan menggunakan jasa warga setempat untuk menurunkan dan menaikkan muatan.

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Angkutan kota antar provinsi (AKAP) yang over muatan sudah menjadi pemandangan sehari-sehari. Sayangnya, AKAP yang memuat barang melebihi kapasitas bagasi itu berlangsung bebas, seolah tanpa ada kontrol dari pihak terkait.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bone tak berkutik menghadapi hal tersebut. Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Ambo Sakka mengatakan pihaknya tak memiliki kewenangan untuk menindak bus AKAP yang over muatan.

“Kami di Perhubungan tingkat Kabupaten tidak punya kewenangan untuk menindaki, sehingga kami hanya menegur saja dan memberikan pemahaman kepada supirnya. Jika ada yang ditemui melebihi muatan, kami hanya sekadar memberitahukan supaya tidak melakukan lagi seperti itu demi keselamatan penumpang,” jelas Ambo Sakka kepada RADAR BONE, pekan lalu.

Seharusnya, kata Ambo Sakka, bus AKAP over muatan itu bisa diatasi melalui pemeriksaan di jembatan timbang. Hanya saja, sayangnya, jembatan timbang saat ini tutup. “Kendaraan yang melebihi muatan itu kewenangan dishub tingkat provinsi, karena ada jembatan timbang yang disiapkan seperti di Maros dan Tanah Batue. Harusnya itu diaktifkan dan tidak meloloskan jika ada yang melebihi muatan. Karena kami di tingkat kabupaten tidak bergigi, tidak ada hak untuk menindaki,” bebernya.

Tak hanya kendaraan over muatan, kata Ambo Sakka, uji kelayakan kendaraan juga patut diperketat. Pasalnya, kata dia, sudah ada contoh kasus kecelakaan di Pasar Malam, dimana bus AKAP menyeruduk PKL karena persoalan rem blong. ‘Uji kelayakan kendaraan itu berlaku secara nasional. Seperti halnya mobil angkutan antara provinsi, bisa diuji di Kabupaten Bone juga bisa diuji di kabupaten lain atau di provinsi lain. Kejadian di Pasar Malam pada malam Senin lalu itu belum diketahui apakah kendaraan itu sudah diuji atau belum. Karena sekarang banyak yang punya kendaraan nakal,” bebernya.

*ASKAR SYAM

To Top