Bus Sekolah di Bone ‘Mogok Jalan’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Bus Sekolah di Bone ‘Mogok Jalan’

Terkendala biaya operasional, bus sekolah beralihfungsi menjadi bus pariwisata. Kehadiran bus sekolah didambakan siswa di tengah beredarnya surat edaran Polres Bone terkait larangan siswa mengendarai motor.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kepolisian Resort Bone mengeluarkan edaran terkait larangan bagi anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Siswa pun mendesak pemerintah daerah segera mengaktifkan bus sekolah.

Surat edaran larangan anak membawa motor ini sudah sampai ke Dinas Pendidikan. Surat edaran bernomor : SE/05/IX/2017 tersebut ditandatangani Kapolres Bone, AKBP Kadarislam.

Hanya saja, penegasan ini tidak dibarengi kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan transportasi khusus bagi anak sekolah atau bus sekolah. Dua bus sekolah yang dimiliki dinas perhubungan tak beroperasi alias mangkrak.
Sejumlah siswa yang ditemui RADAR BONE, mendesak pemkab segera mengaktifkan bus sekolah yang mangkrak tersebut.

“Kalau memang kami sebagai siswa dilarang bawa motor sendiri karena masih di bawah umur, tentunya kami berharap ada fasilitas angkutan anak sekolah dari pemerintah yakni bus sekolah yang bisa antar jemput kami dari sekolah,” ungkap A Syamsuryawati, siswi SMA Negeri 3 Bone.

Desakan serupa disampaikan siswa lainnya, Ervina Bakri. “Saya ke sekolah naik motor setiap hari, namun kalau ini sudah dilarang bawa motor ke sekolah terpaksa saya diantar orang tua, namun kalau memang pemerintah mau sediakan bus maka tentunya kami setuju sekali dengan adanya bus sekolah itu,” harapnya.

Kepala Seksi Sarana Prasarana dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, H Nashar yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 26 September kemarin, membenarkan mangkraknya bus sekolah yang dimiliki. “Selama 2017 tidak pernah lagi digunakan mengangkut siswa setiap hari karena tidak ada biaya operasionalnya,” tutur Nashar.

Hanya saja ironisnya, disebutkan tak memiliki biaya operasional, tapi armada bus sekolah dialihfungsikan untuk kegiatan yang lain. “Mobil bus tersebut hanya digunakan untuk kegiatan Bone Sehat dan kebutuhan siswa atau mahasiswa. Siapa saja yang membutuhkan bus tersebut bisa digunakan dan itu digratiskan,” paparnya.

Nashar menambahkan pihaknya berupaya untuk mengaktifkan bus sekolah tersebut mulai tahun depan.
“Ke depan ini perlu diaktifkan kembali untuk mengangkut siswa setiap hari, karena jika peraturan di bawah umur tidak bisa lagi bawa kendaraan, maka tentu siswa akan terancam putus sekolah. Apalagi siswa yang tidak ada keluarganya yang bisa antar. Karena sekarang mobil angkot dan angdes hampir punah. Mudah-mudahan 2018 ada anggaran biaya operasional, supaya bus tersebut kembali diaktifkan untuk mengangkut siswa setiap hari,” tambahnya.

Nashar berharap usulan pendanaan untuk operasional bus sekolah bisa diterima dalam APBD 2018.
“Kasihan siswa dilarang bawa motor lalu tidak disiapkan juga bus. Padahal bapak Bupati Bone punya visi yang salah satunya adalah Bone Cerdas. Semoga usulan biaya operasional untuk bus sekolah dapat disetujui nantinya di DPRD,” tuturnya.

*

Click to comment
To Top