Calon Tunggal, Partisipasi Pemilih Berpotensi Turun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Calon Tunggal, Partisipasi Pemilih Berpotensi Turun

Ilustrasi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 berpotensi turun, jika hanya diikuti satu pasangan calon. KPU pun didesak melakukan antisipasi sejak dini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone merupakan penerima dana terbesar sharing anggaran Pilgub Sulsel 2018 dari KPU Provinsi Sulsel, yakni Rp14 miliar.

Selain itu, untuk Pilkada Bone 2018, KPU mendapat suntikan dana dari pemerintah daerah sebesar Rp57 miliar.
Pemberian dana ini sudah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi atas nama Pemkab Bone dan Aksi Hamzah atas nama KPU Bone di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bone, Senin, 31 Juli lalu.

Dengan demikian total anggaran yang dikelola KPU Bone dalam pelaksanaan Pilgub Sulsel dan Pilkada Bone 2018 sebesar Rp71 miliar.

Anggaran Pilkada 2018 lebih tinggi dari Pilkada 2013 yang cuma sebesar Rp34 miliar.
Besarnya anggaran yang dikelola KPU saat ini, membuat publik menaruh harapan besar kepada KPU agar meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat.

Apalagi, potensi penurunan angka partisipasi pemilih sangat terbuka, jika perhelatan pilbup 2018 hanya diramaikan satu pasangan calon.

Praktisi Politik, Rahman Arif menilai, KPU harus berkaca dari pilkada serentak di beberapa daerah, dimana angka partisipasi pemilih terbilang rendah. Sementara penyelenggara pemilu, diguyur dana miliaran untuk memaksimalkan sosialisasi tahapan pilkada.

“Minimal di Bone, angka partisipasi pemilih harus lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujarnya sembari menyebut angka partisipasi pemilu 2019 hanya berada di posisi 72 persen, sementara di Pilkada 2013 partisipasi pemilih berada di angka 78 persen.

Apalagi, sambung Rahman ketika Pilkada Bone hanya diikuti satu pasangan calon, maka tugas KPU akan lebih berat, menyadarkan masyarakat untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) menyalurkan hak pilih.

“Karena jangan sampai masyarakat beranggapan tidak perlu datang ke TPS karena otomatis Puang Baso (Fahsar) pasti akan terpilih karena tidak ada lawan. Padahal dalam aturan, Fahsar harus mengumpulkan suara minimal 50%+1 untuk bisa menang melawan peti kosong. KPU tidak boleh terlena di sini,” ujarnya sembari menyebut adanya kemungkinan pasangan Tafa’dal (HA Fahsar Mahdin Padjalangi-H Ambo Dalle) bertarung di Pilkada Bone melawan peti kosong.

Dorongan serupa turut dilontarkan Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi SH MH. Suaedi mengingatkan penyelenggaran pemilu, harus memaksimalkan pemutakhiran data pemilih untuk proses pencocokan dan penelitian.
Sebab menurutnya, pencocokan data pemilih merupakan hal yang sangat penting dalam Pilkada.

“KPU harus lebih intensif dalam pencocokan dan penelitian data pemilih tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jangan terlena,” ujarnya.

Terkhusus pemilih pemula, menurut Suaedi harus menjadi perhatian serius KPU. Ketua KPU Bone, Aksi Hamzah, mengapresiasi banyaknya dukungan agar KPU lebih memaksimalkan kinerja menjalankan tahapan pilkada.

Aksi menyebutkan, telah menyusun strategi dan perencanaan lebih awal. Termasuk mengefektifkan sosialisasi untuk kalangan pemilih pemula. “Teman-teman komisioner sudah mulai bergeak mensosialisasikan tahapan pilkada. Kemarin di MAN 1 dan beberapa sekolah menengah atas lainnya,” pungkas Aksi.

Termasuk sosialisasi KTP elektronik yang menurut Aksi telah menyasar beberapa kecamatan di Bone.
“Setiap golongan-golongan masyarakat tentu dibutuhkan cara yang berbeda dalam hal sosialisasi dan hal inilah yang akan kami usahakan,” jelasnya.

KPU lanjut dia, juga akan gencar dalam melibatkan seluruh pihak terkait dalam sosialisasi pilkada, agar dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Pihaknya berjanji akan meminimalisir setiap faktor yang akan menyebabkan kurangnya partisipasi masyarakat setempat termasuk mengatasi permasalahan terkait formulir C6 nantinya.
*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top