Carut Marut Pengelolaan Parkir di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Carut Marut Pengelolaan Parkir di Bone

ilustrasi

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Potensi penerimaan parkir di daerah ini sesungguhnya cukup besar. Hanya saja, sejauh ini belum dikelola secara profesional. Parkir liar masih dijumpai di beberapa titik. Tak heran jika target penerimaan dari sektor retribusi parkir sulit tercapai. Salah satu titik parkir yang ‘mengganggu’ penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir, yakni parkir di depan RSUD Tenriawaru. Pengelolaan parkir yang menggunakan areal trotoar sebagai lahan parkir tersebut menggerus penerimaan parkir milik RSUD Tenriawaru.

Diketahui, sejak Februari 2015, manajemen RSUD Tenriawaru menerapkan parkir portal untuk pengelolaan parkir di halaman rumah sakit. Pemberlakuan parkir portal tersebut menyumbang penerimaan PAD yang cukup signifikan. Sebagai gambaran, tahun 2015 lalu, pihak RSUD menargetkan penerimaan parkir khusus sebesar Rp400 juta. Dan setelah berjalan, di luar dugaan penerimaan parkir RSUD melonjak menjadi Rp513.707.776, atau terjadi over target hingga 128%. Padahal sebelumnya, saat belum diberlakukan parkir portal dan masih dikelola Dinas Perhubungan, realisasinya cukup rendah.

Namun belakangan, potensi itu tergerus oleh hadirnya parkir liar yang berada tepat di depan rumah sakit tipe B tersebut.
Adanya parkir liar di depan RSUD Tenriawaru Watampone, dinilai tidak lepas dari lemahnya koordinasi antar instansi (RSUD dan Dinas Perhubungan).
Praktisi Sosial Rahman Arif menilai Dishub seharusnya tegas menertibkan parkir liar yang ada di kawasan tersebut. Menurutnya, dengan adanya akitivitas parkir liar, mempengaruhi pendapatan RSUD dari sektor parkir khusus (Portal).

“Patut dicurigai ada pembiaran terhadap keberadaan parkir liar, karena jika tidak, tentu tidak susah menata kendaraan agar masuk ke area parkir khusus RSUD. Saya juga berharap manajemen rumah sakit agar aktif. Jangan hanya berdiam diri saja, lantas ketika pendapatan menurun, baru berteriak,” tegasnya.

Sebelumnya, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone, mengeluhkan realisasi pendapatan dari sektor retribusi parkir. Untuk pendapatan parkir, RSUD ditarget sebesar Rp520.233.684. Tapi hingga September, realisasinya baru mencapai Rp253.788.000 atau realisasi 48,78 persen.

Direktur RSUD Tenriawaru Watampone, dr A Nurmiah Yusuf, MARS mengaku, tidak optimalnya pendapatan dari sektor tersebut, disebabkan parkir liar yang ada di depan RSUD. “Bayangkan, meski sudah dipasang tanda larangan parkir, namun toh, tetap marak parkir liar di depan rumah sakit. Tentu ini mempengaruhi pendapatan dari sektor parkir khusus (portal),” ungkapnya saat menghadiri rapat pansus membahas RAPBD Perubahan, bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Bone, Selasa 27 September lalu.

Anggota pansus, A Muh Idris Alang menegaskan, perlunya koordinasi yang baik antar SKPD. Menurutnya, RSUD tidak mungkin bisa melakukan penertiban parkir liar tersebut. “Jadi memang perlunya hal ini kita cermati bersama. Antrean panjang kendaraan di jalur Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, salah satunya disebabkan maraknya parkir liar di sana,” tegasnya yang diamini anggota pansus lainnya, A Saipul.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Saipul menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan RSUD dari sektor parkir khusus, maka hal yang harus dilakukan adalah menertibkan parkir liar di depan RSUD.
“Karena jika itu tidak dilakukan, maka akan sulit bagi rumah sakit mencapai target pendapatan dari sektor retribusi parkir,” ungkapnya.

Sebelumnya, Saipul mengungkap, bahwa di awal pengelolaan parkir portal, pendapatan parkir RSUD berkisar Rp2 juta perhari. Jauh meningkat dari hasil pengelolaan parkir manual yang berjalan beberapa waktu lalu.
“Pendapatan parkir RSUD pernah mencapai Rp2 juta perhari dari parkir portal. Padahal sebelumnya, RSUD hanya mendapatkan Rp300 ribu perhari.” jelas Saipul.

Syaiful menambahkan angka ini masih bertambah jika seluruh pengunjung memarkir kendaraan di dalam areal parkir yang sediakan manajemen RSUD Tenriawaru. Namun faktanya, kata dia masih ditemukan pengelolaan parkir di pinggir jalan depan RSUD Parahnya lagi, masih banyak pengungjung memarkir di luar parkir resmi RSUD.
Kehadiran parkir liar di depan RSUD Tenriawaru tersebut, selain berdampak pada penurunan PAD, khususnya dari sektor parkir khusus, juga bisa memicu terjadinya kema-cetan arus lalu lintas. Mengingat pengelola memanfaatkan areal trotoar sebagai lahan parkir.

*ASKAR SYAM

To Top