Catat, Ambulance Harus Siaga di Desa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat, Ambulance Harus Siaga di Desa

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pengadaan ambulance tak boleh asal-asalan. Mobil keluarga yang disulap jadi ambulance harus dilengkapi fasilitas yang dibutuhkan pasien. Tak hanya itu, ambulance wajib stand by di tempat.

Ambulance desa kini mendadak bermunculan. Mobil yang sejatinya diperuntukkan untuk mengangkut pasien ini, kerap dijumpai parkir di kantor-kantor pemerintah, seperti kantor bupati, kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), bank hingga warkop.

Pemerintah desa berlomba mengadakan ambulance dengan membeli baru. Mobil yang disulap menjadi ambulance adalah mobil jenis MPV peruntukan keluarga, seperti Toyota Avanza, Suzuki APV, Toyota Sienta dan sejumlah merek lainnya.

Hanya saja sayangnya, ambulance ini seperti layaknya sebuah ambulance. Ambulance desa ini hanya dipasangi lampu sirene di bagian atas, dan diberi label bertuliskan ambulance pada sisi kiri dan kanan body mobil.
Interior di dalam mobil masih sama dengan mobil keluarga. Tak yang ada berubah pada tatanan jok di dalam mobil.

Yang menarik, ambulance desa ini lebih banyak dijumpai mengangkut kades dan perangkatnya. Dengan kata lain, lebih dominan digunakan sebagai mobil operasional pejabat desa dibanding mengangkut pasien.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehartan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, A Mardan SKM mengatakan ambulance sangat jelas peruntukannya, yakni hanya digunakan mengangkut pasien. Tak boleh ada peruntukan lain, termasuk sebagai kendaraan operasional.

“Mobil ambulance hanya digunakan untuk mengangkutorang sakit. Misalnya ada pasien dari desa mau dibawa ke rumah sakit, seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak puskesmas, lalu diangkut menggunakan ambulance desa,” kata Mardan.

Karenanya, kata Mardan ambulance itu harus dilengkapi fasilitas yang dibutuhkan pasien, seperti tempat tidur pasien, tabung gas dan perlengkapan P3K. Tak hanya itu, petugas kesehatan juga harus disiagakan.

“Kehadiran perawat ini dimaksudkan, supaya pasien mendapat pelayanan opname selama dalam perjalanan ke rumah sakit,” jelas Mardan.

“Di dalam ambulance itu hanya satu saja kursi yang disiapkan di belakang. Kursi ini menghadap ke tempat tidur pasien. Kursi ini diperuntukkan bagi perawat atau bidan yang mengantar pasien. Mobil ambulance itu tidak boleh sembarang. Jadi, kalau mobil biasa yang dijadikan ambulance harus didesain sama dengan ambulance sesungguhnya, termasuk fasilitasnya dilengkapi,” tegas Mardan.

Lebih jauh Mardan menjelaskan, ambulance harus stand by di tempat. Karenanya, ambulance tidak boleh digunakan untuk urusan yang lain, seperti menjadi kendaraan operasional.

“Mobil ambulance harus stand by terus di tempat. Karena kejadian itu tidak ada yang tahu kapan akan terjadi. Biasanya dibutuhkan tiba-tiba dan tidak boleh ditunda,” jelasnya.
Peruntukkan ambulance, sambung Mardan harus tepat.

“Ambulance tidak boleh sembarang dipakai selain untuk pasien, apalagi kalau dipakai untuk kepentingan pribadi. Jangankan untuk kepentingan pribadi, untuk mengangkut jenazah saja tidak boleh, karena mobil jenazah itu memang ada mobilnya tersendiri,” papar Mardan.

“Kalau mau digunakan untuk jenazah, harusmenyediakan juga mobil untuk jenazah. Karena kasihan masyarakat, sudah dipakai memuat jenazah lalu dipakai lagi untuk memuat orang sakit,” kunci dia.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top