Catat, Dewan Segera Panggil SKPD Yang Serapan Anggarannya Rendah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat, Dewan Segera Panggil SKPD Yang Serapan Anggarannya Rendah

ilustrasi

PENULIS : ASKAR SYAM-ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Rendahnya serapan anggaran SKPD di lingkup Pemkab Bone mengundang reaksi dari anggota DPRD Bone. Dewan menyatakan segera memanggil pimpinan SKPD untuk menjelaskan lambannya penyerapan anggaran yang dikelola tahun ini.

Pemanggilan pimpinan SKPD ini akan dilakukan melalui komisi. Empat komisi di DPRD Bone akan memanggil SKPD yang menjadi mitra kerja masing-masing. Ketua Komisi I DPRD Bone, HAM Amin Mangunsara mengatakan, pemanggilan pimpinan SKPD dinilai penting sebagai bentuk evaluasi.

“Kita akan panggil pimpinan SKPD untuk mengevaluasi capai-an kinerja. Termasuk kita dorong agar efektivitas kerjanya lebih ditingkatkan,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Rabu 11 Mei kemarin.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi II, A Idris Alang, SH MH. Idris menegaskan, pihaknya segera melakukan rapat kerja dengan SKPD yang menjadi mitra kerja Komisi II. “Sepulang dari Jakarta, kami akan melakukan rapat kerja. Jika serapan anggaran SKPD seperti itu (Baru 15%) itu sangat rendah,” ujar Ketua Badan Legislasi itu terkaget-kaget.

Sementara itu, Wakil K-tua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin menilai rendahnya serapan anggaran yang terjadi, tidak terlepas dari lambannya pelaksanaan kegiatan fisik yang dikelola SKPD.
“Kalau di Komisi III, programnya lebih banyak ke fisik. Misalnya PU, Tarkim dan lainnya. Bayangkan, bulan satu baru penyusunan DPA (Dokumen Perencana Anggaran), bulan dua penetapan DPA, bulan tiga dan empat proses tender dan bulan lima pengerjaan. Insya Allah bulan 6 atau 7 baru bisa kita lihat realisasi anggarannya,” jelasnya.

Namun terlepas dari itu, Komisi III tegas politisi Partai Demokrat itu, tetap rutin meng-evaluasi capaian kinerja masing-masing SKPD.
“Kita tetap rutin evaluasi, sebagai fungsi pengawasan kami di Komisi III,” jelasnya.

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh dari Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bone, menyebutkan serapan anggaran dari 43 SKPD baru mencapai 15,18%.

Setidaknya, ada lima SKPD yang tergolong mengelola anggaran fantastis. Namun fakta di lapangan, anggaran tersebut belum mampu dibelanjakan secara optimal. Dinas Pendidikan misalnya, tahun ini mengelola anggaran sebesar Rp462.238.726.382, yang terserap baru Rp49.057.221366 atau realsasi 10,85%. Kemudian disusul Dinas PU dan SDA yang mengelola anggaran Rp253.002.256.052. Dan yang terserap yakni Rp18.465.147.168 atau realisasi 7,30%. Selanjutnya ada Dinas Kesehatan yang diberi anggaran Rp180.942.227.432. Ternyata yang terealisasi baru 13.423.423.334 atau terserap 7.42%, RSUD yang mengelola anggaran Rp92.866.925.000, terserap Rp5.209.430.994 atau 5.61%. Dan yang terakhir Distakim mengelola anggaran Rp47.801.870.485, namun yang terserap baru Rp1.987.192.683 atau serapan anggaran yang te-rendah, yakni hanya 4.16%.
Adapun SKPD lain, serapan anggarannya berkisar 10% hingga 40%. Kabid Akuntansi DPKAD Bone, A Husnani mengatakan data realisasi SP2D periode Januari-April 2016 tersebut masih bisa berubah. Mengingat dana BLUD dari RSUD Tenriawaru dan JKN di Dinas Kesehatan belum masuk.
“Kami juga belum lakukan rekonsiliasi, sehingga datanya masih bisa berubah,” kunci Husnani kemarin.

To Top