Catat!, Golput, Uang Negara Sia-sia – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat!, Golput, Uang Negara Sia-sia

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Pjs Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, CES mendorong masyarakat untuk aktif me-nyalurkan hak pilih di pilkada. Pasalnya, anggaran yang digelontorkan untuk membiayai pilkada sangat besar. APBD terkuras untuk membiayai pesta demokrasi lima tahunan itu. Bakti mengatakan, masyarakat yang tidak mau mengunakan hak pilihnya atau Golput pada Pemilukada mendatang, maka mereka termasuk orang yang menyia-nyiakan uang negara.

Bakti menegaskan, pilkada menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan kepemimpinan Bone lima tahun kedepan. “Olehnya itu, saya mendorong masyarakat Bone untuk menentukan pilihan yang terbaik dan mampu membawa Bone dan Sulsel menuju kejayaan,” ujarnya.

“Jangan golput, karena anggaran yang digunakan untuk membiayai pilkada ini sangatlah besar,” tambahnya. Ketua DPRD Kabupaten Bone, Drs Andi Akbar Yahya MM juga mengakui pentingnya menggunakan hak pilih pada Pilkada 2018. Menurut legislator tiga generasi ini tidak main-main anggaran yang dialokasikan untuk memilih seorang pemimpin daerah.

“Khusus di Bone ini ada Rp80 miliar anggaran yang disediakan. Begitu pentingnya, begitu berartinya seorang pemimpin. Maka untuk menentukan masa depan Bone, sebagai warga negara yang memiliki hak pilih seharusnya berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memilih pemimpin, terlepas siapa yang dipilih nanti itu adalah hak masing-masing,” kata Akbar.
Lebih jauh Akbar mengharapkan masyarakat tidak menyia-nyiakan anggaran yang telah diplot untuk membiayai pilkada dengan melakukan golput atau tidak menggunakan hak pilih.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bone melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengalokasikan anggaran cukup besar untuk mendanai pilkada 2018. KPU mendapat porsi anggaran yang paling besar, mencapai Rp57 miliar.

“Ada dua tahap penganggaran, di 2017 sebesar Rp10 miliar dan sisanya kita anggarkan di 2018 sebanyak Rp47 miliar. Seluruhnya sudah kita transfer ke rekening KPU,” ungkap A Hasanuddin, Kepala Bidang Anggaran BPKAD Bone.

Ditanya soal adanya kemungkinan anggaran dipangkas, Andi Daddi sapaan akrabnya menegaskan, hal itu tidak memungkinkan lagi. “Tapi kemungkinan anggaran itu tidak seluruhnya dibelanjakan. Ada dikembalikan ke kas daerah,” pungkasnya.

Sekretaris KPU Bone, Alimin Arsyad di berbagai kesempatan, juga menyebut kemungkinan anggaran pilkada tidak dihabiskan hingga selesai tahapan pesta demokrasi 27 Juni mendatang. “Kalau tidak habis, dikembalikan ke kas negara,” tukasnya. Alimin menegaskan, seluruh penganggaran di KPU sudah sesuai mekanisme dan melalui Audit BPK.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top