Catat Hat-trick, Marcus/Kevin Istimewa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat Hat-trick, Marcus/Kevin Istimewa

Perjuangan Kevin / Marcus menuju podium juara patut diacungi jempol. Usai menjuarai All England, pasangan yang diduetkan pada 2015 lalu itu langsung kembali berlatih untuk memenuhi target pertahankan gelar India Open Super Series 2017. Kurang dari dua pekan persiapan, mereka sukses mempertahankan gelar.

Dari New Delhi, di malam yang sama setelah laga final, Kevin / Marcus langsung terbang ke Kuala Lumpur dan terbang lagi ke Kuching untuk mengikuti Malaysia Open. Di turnamen kelas super series premier ini, Kevin / Marcus harus menghadapi lawan yang berat sejak babak awal.

Tiga pasangan Tiongkok dan dua pasangan Jepang tentu bukanlah lawan mudah. Namun, semuanya dipulangkan oleh Kevin / Marcus. Padahal, keduanya tengah dalam kondisi tidak fit akibat flu dan batuk.

“Kevin / Marcus itu punya rasa tidak mau kalah yang tinggi. Motivasinya itu maunya memenangkan semua pertandingan yang mereka lalui. Bisa dilihat sendiri bagaimana mereka di Malaysia Open ini. Walau fisiknya sudah habis-habisan, daya juangnya luar biasa,” kata kepala pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, yang mendampingi Kevin / Marcus di Malaysian Open.

Mental Juara

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon juara Malaysia Open Super Series Premier 2017. (Humas PP PBSI)

Pujian terhadap Kevin / Marcus juga datang dari Rexy Mainaky, eks pemain ganda putra Indonesia yang meraih medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Soebagdja. “Waktu melihat peserta di Malaysia Open, memang saya sudah merasa Kevin / Marcus akan juara. Belum ada yang bisa menandingi mereka, termasuk pasangan asal Tiongkok. Bahkan, Fu Haifeng/Zheng Siwei sekalipun,” ucap Rexy.

Kevin / Marcus sudah punya mental yang stabil untuk menjadi juara. Di usia seperti itu sudah bisa kontrol permainan, dari ketinggalan dan bisa rebut poin, serta kontinyu terus sampai menang, ini yang membuat mereka istimewa.”

“Bukan cuma punya kecepatan yang bagus, namun kerjasama tim Kevin / Marcus sangat baik. Ada hal-hal non teknis yang mereka lakukan di lapangan dan ini membuat lawan jadi kacau balau, emosi lawan menjadi tidak stabil,” tambah Rexy.

“Saya rasa ini adalah hal yang wajar, ini bagian dari taktik permainan. Sama saja seperti saya dan Ricky (Soebagdja) dulu kalau mau menang dari musuh bebuyutan kami, Cheah Soon Kit / Yap Kim Hock (Malaysia). Kami harus bikin mereka emosi dulu, asalkan masih dengan cara yang wajar dan tidak melanggar aturan.

Click to comment
To Top